alexametrics
24.9 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Tiga Calon Pengelola Kepincut Kelola The Next Rungkut Agropolitan di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi menargetkan izin usaha kawasan industri (IUKI) terbit tahun ini. Selanjutnya, pembangunan The Next Rungkut sektor agropolitan itu bakal didanai pihak swasta atau BUMN. ‘’Karena itu, perizinan KI (kawasan industri) coba dikejar agar segera selesai,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Senin (24/1/2022).

Ony menyampaikan, pengurusan IUKI saat ini masuk tahapan membentuk tim terpadu. Anggotanya terdiri pemkab, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Kementerian BUMN. Juga, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Investasi, Pemprov Jawa Timur, serta pihak swasta yang berminat membangun KI.

Lokasinya di wilayah Kecamatan Widodaren dan Karanganyar. Tim nantinya mengalihkan status hak pengelolaan sekitar 1.200 hektare hutan di kawasan tersebut. Dari sebelumnya Perhutani ke calon pengelola KI. ‘’Pemkab sebagai fasilitator,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Diterjang Angin Kencang, Lobi Puskesmas Padas Berantakan

Dalam rapat virtual antara pemkab dengan anggota tim terpadu lain Jumat (21/1) lalu, terungkap tiga calon pengelola KI. Para calon investor itu juga ikut dalam rapat. Yakni, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kawasan Industri Halal (KIH), dan PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW).

Ony mengatakan, pihaknya masih perlu melihat sejauh mana kesiapan anggaran perusahaan tersebut. Sedangkan Kemenperin ingin melihat daya saing sebagai calon pengelola KI. ‘’Bisa jadi cuma satu atau bahkan semuanya terpilih mengelola KI,’’ tuturnya.
Tim juga akan merumuskan mekanisme pengalihan lahan. Sekaligus menerbitkan rekomendasi ke KLHK. ‘’Ada kemungkinan tidak perlu skema ganti lahan karena KI termasuk proyek strategis nasional,’’ pungkas bupati. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi menargetkan izin usaha kawasan industri (IUKI) terbit tahun ini. Selanjutnya, pembangunan The Next Rungkut sektor agropolitan itu bakal didanai pihak swasta atau BUMN. ‘’Karena itu, perizinan KI (kawasan industri) coba dikejar agar segera selesai,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Senin (24/1/2022).

Ony menyampaikan, pengurusan IUKI saat ini masuk tahapan membentuk tim terpadu. Anggotanya terdiri pemkab, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Kementerian BUMN. Juga, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Investasi, Pemprov Jawa Timur, serta pihak swasta yang berminat membangun KI.

Lokasinya di wilayah Kecamatan Widodaren dan Karanganyar. Tim nantinya mengalihkan status hak pengelolaan sekitar 1.200 hektare hutan di kawasan tersebut. Dari sebelumnya Perhutani ke calon pengelola KI. ‘’Pemkab sebagai fasilitator,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Diterjang Angin Kencang, Lobi Puskesmas Padas Berantakan

Dalam rapat virtual antara pemkab dengan anggota tim terpadu lain Jumat (21/1) lalu, terungkap tiga calon pengelola KI. Para calon investor itu juga ikut dalam rapat. Yakni, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kawasan Industri Halal (KIH), dan PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW).

Ony mengatakan, pihaknya masih perlu melihat sejauh mana kesiapan anggaran perusahaan tersebut. Sedangkan Kemenperin ingin melihat daya saing sebagai calon pengelola KI. ‘’Bisa jadi cuma satu atau bahkan semuanya terpilih mengelola KI,’’ tuturnya.
Tim juga akan merumuskan mekanisme pengalihan lahan. Sekaligus menerbitkan rekomendasi ke KLHK. ‘’Ada kemungkinan tidak perlu skema ganti lahan karena KI termasuk proyek strategis nasional,’’ pungkas bupati. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/