alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Ditunggu Tak Kunjung Pulang, Nenek Asal Ngawi Ditemukan Tewas Tenggelam

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada satu pun yang menyangka nenek 70 tahun ini ditemukan tewas di aliran anak Bengawan Solo. Pihak keluarga dan tetangga mengira Rasni sekadar berkeliling, lalu pulang dengan sendirinya ke rumah di Desa Jenggrik, Kedunggalar, Ngawi. ‘’Karena korban diketahui menderita gangguan jiwa,’’ kata Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir kemarin (23/4).

Juwahir mengungkapkan, Rasni meninggalkan rumah pada Rabu (20/4). Pencarian yang dilakukan pihak keluarga dan tetangga di lingkungan tempat tinggal tidak membuahkan hasil. Karena masih berpikiran korban bakal pulang sendiri, kejadian tersebut tidak dilaporkan ke polisi ataupun perangkat desa. ‘’Karena sampai Sabtu (22/4) tidak kunjung pulang, akhirnya dilakukan pencarian kembali,’’ ujarnya.

Pencarian difokuskan di sekitar aliran anak sungai Bengawan Solo tidak jauh dari rumahnya. Keputusan itu didasari kebiasaan Rasni mandi di sungai. Perangkat desa juga meminta bantuan polisi dan tim badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

Baca Juga :  Stok Terbatas, Satu Orang Dijatah Isi Solar 58 Liter Per Hari

Juwahir menyampaikan, pencarian berlangsung sekitar dua jam. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi biasa mandi. Tubuhnya sudah kaku dan mengeluarkan aroma busuk. ‘’Jasad ditemukan dalam keadaan tanpa mengenakan busana,’’ bebernya sembari menyebut bahwa pihaknya menemukan pakaian dalam korban di tepi sungai.

Hasil visum luar, nihil tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Fakta itu mengerucut pada dugaan bahwa korban hanyut dan tenggelam saat mandi.  ‘’Keluarga korban ikhlas menerima kematian sebagai musibah,’’ tutur Kapolsek. (tr1/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada satu pun yang menyangka nenek 70 tahun ini ditemukan tewas di aliran anak Bengawan Solo. Pihak keluarga dan tetangga mengira Rasni sekadar berkeliling, lalu pulang dengan sendirinya ke rumah di Desa Jenggrik, Kedunggalar, Ngawi. ‘’Karena korban diketahui menderita gangguan jiwa,’’ kata Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir kemarin (23/4).

Juwahir mengungkapkan, Rasni meninggalkan rumah pada Rabu (20/4). Pencarian yang dilakukan pihak keluarga dan tetangga di lingkungan tempat tinggal tidak membuahkan hasil. Karena masih berpikiran korban bakal pulang sendiri, kejadian tersebut tidak dilaporkan ke polisi ataupun perangkat desa. ‘’Karena sampai Sabtu (22/4) tidak kunjung pulang, akhirnya dilakukan pencarian kembali,’’ ujarnya.

Pencarian difokuskan di sekitar aliran anak sungai Bengawan Solo tidak jauh dari rumahnya. Keputusan itu didasari kebiasaan Rasni mandi di sungai. Perangkat desa juga meminta bantuan polisi dan tim badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

Baca Juga :  Dari Pertamax ke Pertalite, Warga Lebih Pilih Harga Murah ketimbang Kualitas

Juwahir menyampaikan, pencarian berlangsung sekitar dua jam. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi biasa mandi. Tubuhnya sudah kaku dan mengeluarkan aroma busuk. ‘’Jasad ditemukan dalam keadaan tanpa mengenakan busana,’’ bebernya sembari menyebut bahwa pihaknya menemukan pakaian dalam korban di tepi sungai.

Hasil visum luar, nihil tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Fakta itu mengerucut pada dugaan bahwa korban hanyut dan tenggelam saat mandi.  ‘’Keluarga korban ikhlas menerima kematian sebagai musibah,’’ tutur Kapolsek. (tr1/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/