alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Jelang Mudik Lebaran, 100 Sopir Bus Jalani Tes Urin

NGAWI – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun gunung ke  Terminal Kertonegoro Kamis (23/5). Melalui tim dari UPT Dirjen P2P Kemenkes Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, sekitar 100 sopir bus diperiksa. Pemeriksaan meliputi tes urin untuk mendeteksi narkoba dan deteksi alkohol. ‘’Deteksi dini faktor dan risiko penyakit tidak menular bagi para sopir bus saat momen Lebaran,’’ kata ketua tim pemeriksaan Slamet Herawan.

Slamet mengungkapkan, para sopir bus wajib dites urin dan alkohol lantaran akan mengangkut banyak penumpanng selama momen mudik Lebaran. ‘’Kalau kondisi sopir tidak sehat atau terdeteksi sebagai pengguna narkoba atau pengonsumsi alkohol, jelas akan membahayakan keselamatan penumpang,’’ ujarnya.

Selain sampel urin, para sopir juga diharuskan meniup alkohol detektor. Dari peranti itu, kata Slamet, sopir yang semalam sebeluimnya mengonsumsi alkohol alias mabuk-mabukan dapat terdeteksi. ‘’Selain tes urin dan alkohol, kami juga memeriksa tekanan darah, kadar gula, kolesterol, sampai asam urat,’’ paparnya.

Baca Juga :  Usaha Menghindari Penyekatan Petugas, Banyak Pemudik Minta Turun di Tol

Slamet mengungkapkan, pemeriksaan itu merupakan bentuk kewaspadaan dini. Pun, pihaknya cukup memberikan peringatan kepada sopir yang terdeteksi mengonsumsi alkohol. ‘’Paling tidak sopir paham dengan kondisi kesehatannya sendiri-sendiri. Diharapkan, bisa lebih waspada,’’ ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi menambahkan, hasil pemeriksaan bersifat variatif. Sebagian sopir dalam kondisi prima. Namun, beberapa di antaranya terdeteksi memiliki tekanan darah, kadar gula, kolesterol, sampai asam urat di atas ambang normal. ‘’Kalau narkoba, semuanya negatif. Begitu juga deteksi alkoholnya,’’ ungkap Endah. (den/isd)

NGAWI – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun gunung ke  Terminal Kertonegoro Kamis (23/5). Melalui tim dari UPT Dirjen P2P Kemenkes Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, sekitar 100 sopir bus diperiksa. Pemeriksaan meliputi tes urin untuk mendeteksi narkoba dan deteksi alkohol. ‘’Deteksi dini faktor dan risiko penyakit tidak menular bagi para sopir bus saat momen Lebaran,’’ kata ketua tim pemeriksaan Slamet Herawan.

Slamet mengungkapkan, para sopir bus wajib dites urin dan alkohol lantaran akan mengangkut banyak penumpanng selama momen mudik Lebaran. ‘’Kalau kondisi sopir tidak sehat atau terdeteksi sebagai pengguna narkoba atau pengonsumsi alkohol, jelas akan membahayakan keselamatan penumpang,’’ ujarnya.

Selain sampel urin, para sopir juga diharuskan meniup alkohol detektor. Dari peranti itu, kata Slamet, sopir yang semalam sebeluimnya mengonsumsi alkohol alias mabuk-mabukan dapat terdeteksi. ‘’Selain tes urin dan alkohol, kami juga memeriksa tekanan darah, kadar gula, kolesterol, sampai asam urat,’’ paparnya.

Baca Juga :  Siapkan SOP untuk Diajukan ke Pemkab Ngawi

Slamet mengungkapkan, pemeriksaan itu merupakan bentuk kewaspadaan dini. Pun, pihaknya cukup memberikan peringatan kepada sopir yang terdeteksi mengonsumsi alkohol. ‘’Paling tidak sopir paham dengan kondisi kesehatannya sendiri-sendiri. Diharapkan, bisa lebih waspada,’’ ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi menambahkan, hasil pemeriksaan bersifat variatif. Sebagian sopir dalam kondisi prima. Namun, beberapa di antaranya terdeteksi memiliki tekanan darah, kadar gula, kolesterol, sampai asam urat di atas ambang normal. ‘’Kalau narkoba, semuanya negatif. Begitu juga deteksi alkoholnya,’’ ungkap Endah. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/