alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Sidak Galeri Industri Kayu, Ketua DPRD Ngawi: Kasihan Jika Tak Didukung Pemkab

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Raut wajah kecewa tidak dapat disembunyikan Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Galeri Industri Kayu (GIK) kemarin (23/5), dia hanya mendapati dua industri kecil menengah (IKM) mengisi ruang pameran. Padahal, jumlah pelaku usaha kerajinan kayu jati tercatat lebih dari 30. ‘’Galeri sudah beroperasi, tetapi belum termanfaatkan dengan baik,’’ kata Heru, Selasa (24/5).

Saat sidak, Heru mengamati GIK yang sepi aktivitas pengunjung. Juga ruang pameran yang terlihat longgar. Produk furnitur mengisi ruang seluas sekitar 78 meter persegi itu minim. Seperti meja tamu, meja televisi, kursi tamu, cermin, dan hiasan-hiasan lainnya. Masing-masing jumlahnya tidak lebih dari lima unit. ‘’Saya menyayangkan minimnya produk yang dipajang,’’ ujarnya.

Dia berasumsi seandainya ada pengunjung mendatangi GIK. Kemudian melihat furnitur yang dipajang jumlahnya terbatas. Bukan tidak mungkin pengunjung itu memandang negatif industri kerajinan kayu kabupaten ini. Baik para pelaku usahanya maupun produk kerajinannya. ‘’Padahal, GIK ini seharusnya dapat menaikkan tren penjualan kerajinan kayu yang sempat surut karena pandemi Covid-19,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jembatan Ngantru Sementara Dilarang Diseberangi

Heru mendesak dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK) membuat terobosan. Seandainya ruang pameran terbatas, perangkat daerah itu bisa membuat katalog elektronik yang diunggah di website maupun media sosial. Sehingga pembeli datang tinggal memilih produk yang diminati. ‘’Pemkab harus mendekatkan buyer dengan GIK,’’ ucapnya.

Selain itu, Heru memberi catatan ihwal jadwal GIK beroperasi. Yakni, Senin sampai Jumat dengan jam buka pukul 08.00 hingga 15.00. Padahal, potensi terbesar kunjungan saat akhir pekan dan tanggal merah. ‘’Petugas jaga yang hanya satu harus ditambah,’’ ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Heru akan menyampaikan hasil sidak ke komisi III. Mitra kerja DPPTK itu diminta menindaklanjutinya dengan hearing. Ketua dewan tidak mau GIK yang rencana pembangunannya dimulai sejak 2018 itu muspro. ‘’Kasihan jika tidak di-support pemkab. Sementara industri kayu Ngawi dikenal luas,’’ pungkasnya. (sae/cor/her/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Raut wajah kecewa tidak dapat disembunyikan Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Galeri Industri Kayu (GIK) kemarin (23/5), dia hanya mendapati dua industri kecil menengah (IKM) mengisi ruang pameran. Padahal, jumlah pelaku usaha kerajinan kayu jati tercatat lebih dari 30. ‘’Galeri sudah beroperasi, tetapi belum termanfaatkan dengan baik,’’ kata Heru, Selasa (24/5).

Saat sidak, Heru mengamati GIK yang sepi aktivitas pengunjung. Juga ruang pameran yang terlihat longgar. Produk furnitur mengisi ruang seluas sekitar 78 meter persegi itu minim. Seperti meja tamu, meja televisi, kursi tamu, cermin, dan hiasan-hiasan lainnya. Masing-masing jumlahnya tidak lebih dari lima unit. ‘’Saya menyayangkan minimnya produk yang dipajang,’’ ujarnya.

Dia berasumsi seandainya ada pengunjung mendatangi GIK. Kemudian melihat furnitur yang dipajang jumlahnya terbatas. Bukan tidak mungkin pengunjung itu memandang negatif industri kerajinan kayu kabupaten ini. Baik para pelaku usahanya maupun produk kerajinannya. ‘’Padahal, GIK ini seharusnya dapat menaikkan tren penjualan kerajinan kayu yang sempat surut karena pandemi Covid-19,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Penerimaan DBH Turun Rp 37 Miliar, DPRD Ngawi Berharap Tidak Ganggu Pelayanan Publik

Heru mendesak dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK) membuat terobosan. Seandainya ruang pameran terbatas, perangkat daerah itu bisa membuat katalog elektronik yang diunggah di website maupun media sosial. Sehingga pembeli datang tinggal memilih produk yang diminati. ‘’Pemkab harus mendekatkan buyer dengan GIK,’’ ucapnya.

Selain itu, Heru memberi catatan ihwal jadwal GIK beroperasi. Yakni, Senin sampai Jumat dengan jam buka pukul 08.00 hingga 15.00. Padahal, potensi terbesar kunjungan saat akhir pekan dan tanggal merah. ‘’Petugas jaga yang hanya satu harus ditambah,’’ ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Heru akan menyampaikan hasil sidak ke komisi III. Mitra kerja DPPTK itu diminta menindaklanjutinya dengan hearing. Ketua dewan tidak mau GIK yang rencana pembangunannya dimulai sejak 2018 itu muspro. ‘’Kasihan jika tidak di-support pemkab. Sementara industri kayu Ngawi dikenal luas,’’ pungkasnya. (sae/cor/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/