alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Buron 7 Bulan, Eks Direktur BPR Widodo Utomo Ngawi Dibekuk Polisi di Kos-kosan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pelarian Suci Sugiharti, 58, mantan direktur BPR Widodo Utomo, berakhir. Sejak ditetapkan buron Desember tahun lalu, warga Kelurahan Ketanggi, Ngawi, itu diringkus di sebuah rumah kos wilayah Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (23/6). Suci diduga melakukan tindak pidana penipuan dan melakukan pinjaman fiktif Rp 290 juta.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan mengungkapkan, Suci tinggal di Jebres selama empat bulan. Pelaku bekerja di salah satu tempat laundry wilayah tersebut. Sebelum menetap di Kota Bengawan, Suci berpindah ke banyak tempat untuk menghindari kejaran petugas. ‘’Tersangka sendirian dalam pelariannya,’’ ujarnya, Jumat (24/6).

Dugaan kejahatan Suci terungkap lewat laporan Sarinten, 33, warga Desa Kersoharjo, Geneng, Desember tahun lalu. Sarinten meminjam uang Rp 30 juta secara pribadi ke tersangka dengan jaminan sertifikat rumah. Namun, sertifikat itu digunakan tersangka untuk pinjaman Rp 290 juta ke BPR Widodo Utomo. Korban menyadari telah ditipu ketika mengetahui tagihan utang membengkak Rp 290 juta. Bank itu kini dinyatakan pailit oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga :  DLH-DPPTK Bagi Tugas Urus Sampah Pasar Besar Ngawi

Toni menyatakan, kasus masih dalam pengembangan. Pihaknya menduga masih banyak korban yang belum melapor. Suci dijerat pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. ‘’Tersangka ditahan di sel tahanan Makopolres Ngawi,’’ terangnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pelarian Suci Sugiharti, 58, mantan direktur BPR Widodo Utomo, berakhir. Sejak ditetapkan buron Desember tahun lalu, warga Kelurahan Ketanggi, Ngawi, itu diringkus di sebuah rumah kos wilayah Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (23/6). Suci diduga melakukan tindak pidana penipuan dan melakukan pinjaman fiktif Rp 290 juta.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan mengungkapkan, Suci tinggal di Jebres selama empat bulan. Pelaku bekerja di salah satu tempat laundry wilayah tersebut. Sebelum menetap di Kota Bengawan, Suci berpindah ke banyak tempat untuk menghindari kejaran petugas. ‘’Tersangka sendirian dalam pelariannya,’’ ujarnya, Jumat (24/6).

Dugaan kejahatan Suci terungkap lewat laporan Sarinten, 33, warga Desa Kersoharjo, Geneng, Desember tahun lalu. Sarinten meminjam uang Rp 30 juta secara pribadi ke tersangka dengan jaminan sertifikat rumah. Namun, sertifikat itu digunakan tersangka untuk pinjaman Rp 290 juta ke BPR Widodo Utomo. Korban menyadari telah ditipu ketika mengetahui tagihan utang membengkak Rp 290 juta. Bank itu kini dinyatakan pailit oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga :  Proyek ZLS Taman Dungus (Masih) Mangkrak

Toni menyatakan, kasus masih dalam pengembangan. Pihaknya menduga masih banyak korban yang belum melapor. Suci dijerat pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. ‘’Tersangka ditahan di sel tahanan Makopolres Ngawi,’’ terangnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru