alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Puluhan Desa Krisis Air Bersih

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dampak musim kemarau di Bumi Orek-Orek semakin menjadi. Catatan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, sejauh ini sudah 40 desa di sembilan kecamatan yang mengajukan dropping air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi mengatakan, pengiriman bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan itu dilakukan sejak Agustus lalu. Rata-rata setiap desa telah mendapat pasokan 15-20 tangki.

Secara keseluruhan, bantuan yang telah disalurkan sejauh ini mencapai sekitar 600 tangki. ‘’Untuk anggaran masih cukup. Pemkab juga sudah menyiapkan anggaran tambahan jika nanti terjadi kemarau panjang,’’ kata Teguh Rabu (23/9).

Menurut dia, anggaran tambahan itu sengaja disiapkan untuk mengantisipasi adanya kasus baru kelangkaan air bersih di Ngawi. ‘’Sampai sekarang jumlah desa terdampak masih sesuai prediksi, tapi tidak menutup kemungkinan kekeringan meluas,’’ paparnya.

Baca Juga :  Massa IMM Turun ke Jalan, Tuntut Usut Tuntas Kasus Tewasnya Randi

Salah satu desa terdampak kekeringan di Ngawi adalah Gunungsari, Kasreman. Kondisi itu memaksa puluhan warga setempat berjalan sekitar tiga kilometer ke kawasan pegunungan untuk berburu air bersih demi kebutuhan mandi dan cuci. Sedangkan untuk dikonsumsi biasanya mereka membeli air di toko.

‘’Kalau dapat bantuan seperti ini harus dihemat karena cari air sekarang sulit,’’ ujar Saminem, salah seorang warga, usai mengambil air bersih bantuan BPBD kemarin. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dampak musim kemarau di Bumi Orek-Orek semakin menjadi. Catatan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, sejauh ini sudah 40 desa di sembilan kecamatan yang mengajukan dropping air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi mengatakan, pengiriman bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan itu dilakukan sejak Agustus lalu. Rata-rata setiap desa telah mendapat pasokan 15-20 tangki.

Secara keseluruhan, bantuan yang telah disalurkan sejauh ini mencapai sekitar 600 tangki. ‘’Untuk anggaran masih cukup. Pemkab juga sudah menyiapkan anggaran tambahan jika nanti terjadi kemarau panjang,’’ kata Teguh Rabu (23/9).

Menurut dia, anggaran tambahan itu sengaja disiapkan untuk mengantisipasi adanya kasus baru kelangkaan air bersih di Ngawi. ‘’Sampai sekarang jumlah desa terdampak masih sesuai prediksi, tapi tidak menutup kemungkinan kekeringan meluas,’’ paparnya.

Baca Juga :  Pemkab Ditelikung Vendor Bando Jalan Sudirman

Salah satu desa terdampak kekeringan di Ngawi adalah Gunungsari, Kasreman. Kondisi itu memaksa puluhan warga setempat berjalan sekitar tiga kilometer ke kawasan pegunungan untuk berburu air bersih demi kebutuhan mandi dan cuci. Sedangkan untuk dikonsumsi biasanya mereka membeli air di toko.

‘’Kalau dapat bantuan seperti ini harus dihemat karena cari air sekarang sulit,’’ ujar Saminem, salah seorang warga, usai mengambil air bersih bantuan BPBD kemarin. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/