23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Marak Peretasan, Firewall Server Pemkab Ngawi Dipertebal 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Ngawi berani menjamin keamanan data masyarakat yang tersimpan di server pemkab. Perangkat daerah itu mengamankan server secara berlapis agar tidak mudah dibobol. ‘’Setelah banyak kejadian peretasan, pengamanannya dipertebal,’’ kata Kepala Diskominfo SP Ngawi Sri Wahyu Kuncoro, Sabtu (24/9).

Wahyu mengatakan, tidak banyak data pribadi masyarakat yang tersimpan dalam website pemerintah daerah. Data kependudukan maupun data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) terhimpun di kementerian. Akan tetapi, data pribadi berkaitan rekam jejak kesehatan masih tersimpan di server pemkab. ‘’Sejauh ini aman, belum ada upaya peretasan,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, serangan keamanan sistem informasi atau security attack belakangan kerap terjadi. Cyber crime itu menembus keamanan sebuah sistem. Tujuannya mencuri data, mengubah, dan menghapus informasi yang tersimpan. Dalam beberapa kasus, data yang dicuri dijual ke pasar gelap. ‘’Karena itu, ada firewall (sistem keamanan, Red) berlapis,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Baca Juga :  Abai Protokol Kesehatan, Belasan E-ktp Disita Satpol PP

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Ngawi berani menjamin keamanan data masyarakat yang tersimpan di server pemkab. Perangkat daerah itu mengamankan server secara berlapis agar tidak mudah dibobol. ‘’Setelah banyak kejadian peretasan, pengamanannya dipertebal,’’ kata Kepala Diskominfo SP Ngawi Sri Wahyu Kuncoro, Sabtu (24/9).

Wahyu mengatakan, tidak banyak data pribadi masyarakat yang tersimpan dalam website pemerintah daerah. Data kependudukan maupun data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) terhimpun di kementerian. Akan tetapi, data pribadi berkaitan rekam jejak kesehatan masih tersimpan di server pemkab. ‘’Sejauh ini aman, belum ada upaya peretasan,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, serangan keamanan sistem informasi atau security attack belakangan kerap terjadi. Cyber crime itu menembus keamanan sebuah sistem. Tujuannya mencuri data, mengubah, dan menghapus informasi yang tersimpan. Dalam beberapa kasus, data yang dicuri dijual ke pasar gelap. ‘’Karena itu, ada firewall (sistem keamanan, Red) berlapis,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Baca Juga :  DPRD Ngawi Soroti Insiden Pohon Tumbang yang Menewaskan Pemotor

Most Read

Artikel Terbaru

/