23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Ketua PPS di Ngawi Digaji Rp 1,5 Juta, Anggota Rp 1,2 Juta

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Honor panitia pemungut suara (PPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak sedikit. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi menggaji masing-masing Rp 1,5 juta untuk 217 ketua PPS saban bulannya.

Sedangkan 434 anggotanya diberi upah masing-masing Rp 1,2 juta. ”Kami berharap 651 PPS yang dilantik hari ini (kemarin, Red) bekerja sebaik mungkin,” kata Ketua KPU Ngawi Prima Aequina Sulistyanti kemarin (24/1).

Prima mengungkapkan, masa kerja PPS 14 bulan. Atau dua bulan setelah pencoblosan selesai Februari tahun depan. Perihal perpanjangan masa tugas bergantung keputusan dan evaluasi KPU pusat. ‘’Jika evaluasinya bagus maka bisa digunakan kembali untuk agenda pemilihan berikutnya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  300 Napi di Lapas Madiun Terancam Tak Bisa Nyoblos

Setelah diambil sumpah, 651 PPS langsung bekerja membentuk panitia pendaftaran pemilih (pantarlih). Tugasnya melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih Pemilu 2024. ”Melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih guna menetapkan data pemilih tetap (DPT),” ucapnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Honor panitia pemungut suara (PPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak sedikit. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi menggaji masing-masing Rp 1,5 juta untuk 217 ketua PPS saban bulannya.

Sedangkan 434 anggotanya diberi upah masing-masing Rp 1,2 juta. ”Kami berharap 651 PPS yang dilantik hari ini (kemarin, Red) bekerja sebaik mungkin,” kata Ketua KPU Ngawi Prima Aequina Sulistyanti kemarin (24/1).

Prima mengungkapkan, masa kerja PPS 14 bulan. Atau dua bulan setelah pencoblosan selesai Februari tahun depan. Perihal perpanjangan masa tugas bergantung keputusan dan evaluasi KPU pusat. ‘’Jika evaluasinya bagus maka bisa digunakan kembali untuk agenda pemilihan berikutnya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  300 Napi di Lapas Madiun Terancam Tak Bisa Nyoblos

Setelah diambil sumpah, 651 PPS langsung bekerja membentuk panitia pendaftaran pemilih (pantarlih). Tugasnya melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih Pemilu 2024. ”Melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih guna menetapkan data pemilih tetap (DPT),” ucapnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/