alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Pilkada Ngawi 2020 Nihil Calon Independen

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pilkada Ngawi 2020 dipastikan tanpa calon perseorangan. Pasalnya, hingga batas waktu pada Minggu (23/2) pukul 24.00 tidak ada satu pun calon yang menyerahkan syarat dukungan.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat menyebut, sebelumnya cukup banyak yang menanyakan syarat pendaftaran calon independen. Namun, yang dinilai serius hanya satu pasangan calon. Yakni, Didik Arifin-Saifuddin. ‘’Ditunjukkan dengan adanya LO (liaison officer, Red) untuk mengambil surat mandat,’’ ujarnya Senin (24/2).

Namun, hingga batas waktu penyerahan syarat dukungan, keduanya juga tidak menyerahkan. Sementara, pantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) tidak ada progres sama sekali. Padahal, saat pengambilan surat mandat, pihaknya sudah memberikan akses untuk menginput data di silon.

Baca Juga :  Ratusan Anggota Iseng Setia dengan Skuter

Meski tidak ada calon independen, kata Ridho, tak menjamin kelak hanya ada calon tunggal. Sebab, pendaftaran calon baru dibuka mulai 16 Juni mendatang. ‘’Ya, sekarang tinggal menunggu calon dari partai politik. Tak ada tambahan waktu untuk calon perseorangan,’’ tuturnya.

Ridho menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada urusan rekrutmen tenaga adhoc. Tepatnya panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa. ‘’Selain itu, persiapan pemutakhiran data pemilih,’’ imbuhnya.

Sekadar diketahui, syarat dukungan calon perseorangan pada Pilkada Ngawi 2020 minimal 52.830. Penyerahan syarat dukungan tersebut dimulai sejak 19 hingga 23 Februari lalu. (odi/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pilkada Ngawi 2020 dipastikan tanpa calon perseorangan. Pasalnya, hingga batas waktu pada Minggu (23/2) pukul 24.00 tidak ada satu pun calon yang menyerahkan syarat dukungan.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat menyebut, sebelumnya cukup banyak yang menanyakan syarat pendaftaran calon independen. Namun, yang dinilai serius hanya satu pasangan calon. Yakni, Didik Arifin-Saifuddin. ‘’Ditunjukkan dengan adanya LO (liaison officer, Red) untuk mengambil surat mandat,’’ ujarnya Senin (24/2).

Namun, hingga batas waktu penyerahan syarat dukungan, keduanya juga tidak menyerahkan. Sementara, pantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) tidak ada progres sama sekali. Padahal, saat pengambilan surat mandat, pihaknya sudah memberikan akses untuk menginput data di silon.

Baca Juga :  Didi Kempot - Pamer Bojo Live GOR Ki Mageti Magetan

Meski tidak ada calon independen, kata Ridho, tak menjamin kelak hanya ada calon tunggal. Sebab, pendaftaran calon baru dibuka mulai 16 Juni mendatang. ‘’Ya, sekarang tinggal menunggu calon dari partai politik. Tak ada tambahan waktu untuk calon perseorangan,’’ tuturnya.

Ridho menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada urusan rekrutmen tenaga adhoc. Tepatnya panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa. ‘’Selain itu, persiapan pemutakhiran data pemilih,’’ imbuhnya.

Sekadar diketahui, syarat dukungan calon perseorangan pada Pilkada Ngawi 2020 minimal 52.830. Penyerahan syarat dukungan tersebut dimulai sejak 19 hingga 23 Februari lalu. (odi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/