alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Sehari, Labkesda Ngawi Uji 100 Spesimen Hasil Tes PCR

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kendati intensitas diagnosis Covid-19 di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ngawi meningkat dalam sepekan terakhir, namun positivity rate-nya tidak lebih dari 40 persen.

Pun, kondisi pasien positif banyak yang tidak bergejala alias sehat walafiat. Kalaupun ada, gejalanya ringan seperti batuk, pilek, tenggorokan gatal, dan demam. ‘’Masih terkendali,’’ kata Kepala UPT Labkesda Ngawi Sutarto, Jumat (25/2).

Sutarto menyebutkan, peningkatan pengujian spesimen hasil tes polymerase chain reaction (PCR) naik dua kali lipat per hari. Bila pekan lalu di kisaran 50 sampel, kini mencapai 100. Pihaknya memprediksi puncak gelombang ketiga penularan virus korona dua hingga tiga pekan lagi. ‘’Masyarakat harus meningkatkan prokes (protokol kesehatan),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jadwal Berubah Bikin Persinga Susah

Dia mengatakan, pasien bergejala sedang dan berat dirawat di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19. Sedangkan tidak bergejala cukup isolasi mandiri (isoman) di rumah. ‘’Kalau tidak memungkinkan isoman, bisa isolasi terpusat di RS Geneng,’’ terangnya.  (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kendati intensitas diagnosis Covid-19 di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ngawi meningkat dalam sepekan terakhir, namun positivity rate-nya tidak lebih dari 40 persen.

Pun, kondisi pasien positif banyak yang tidak bergejala alias sehat walafiat. Kalaupun ada, gejalanya ringan seperti batuk, pilek, tenggorokan gatal, dan demam. ‘’Masih terkendali,’’ kata Kepala UPT Labkesda Ngawi Sutarto, Jumat (25/2).

Sutarto menyebutkan, peningkatan pengujian spesimen hasil tes polymerase chain reaction (PCR) naik dua kali lipat per hari. Bila pekan lalu di kisaran 50 sampel, kini mencapai 100. Pihaknya memprediksi puncak gelombang ketiga penularan virus korona dua hingga tiga pekan lagi. ‘’Masyarakat harus meningkatkan prokes (protokol kesehatan),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bertambah Satu Lagi Kasus Positif Covid-19 di Ngawi

Dia mengatakan, pasien bergejala sedang dan berat dirawat di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19. Sedangkan tidak bergejala cukup isolasi mandiri (isoman) di rumah. ‘’Kalau tidak memungkinkan isoman, bisa isolasi terpusat di RS Geneng,’’ terangnya.  (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/