alexametrics
23.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Kurun Delapan Tahun, THM Rumah Kaca di Ngawi Empat Kali Ditutup

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Taji Satpol PP Ngawi untuk berani memproses hukum pengelola Rumah Kaca patut dinantikan. Seolah tidak pernah jera, THM ilegal itu masih saja beroperasi kendati telah berulang kali disegel. ‘’Sudah empat kali ditutup sejak berdiri 2014 silam,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiono, Jumat (25/3).

Arif tidak hafal kapan saja penyegelan Rumah Kaca. Namun, catatan koran ini, penutupan kali terakhir THM itu awal September tahun lalu. Saat itu pemkab melarang THM menerima tamu lantaran masa darurat Covid-19.

Menurut Arif, pengelola Rumah Kaca kucing-kucingan dengan aparat penegak hukum (APH). Tempat sing-song itu tidak beroperasi dalam satu atau dua pekan pasca penutupan. Setelahnya kembali menerima tamu secara sembunyi-sembunyi. ‘’Ketika hendak dioperasi kembali, tiba-tiba saja tutup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pasar Beran Terbakar, Begini Kondisinya

Arif berjanji memperketat pengawasan Rumah Kaca. Pihaknya tidak segan menyeret pengelola ke meja hijau bila masih beroperasi. Tindakan serupa bakal diberikan ke tiga THM bodong lainnya. Lokasi ketiganya di wilayah pinggiran kabupaten ini. ‘’Penertiban cenderung lebih sulit karena jarak, operasi di wilayah dekat saja sering bocor, apalagi yang jaraknya jauh,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, korps penegak perda bakal menggelar operasi masif di momen Ramadan. Selain demi menjaga ketertiban masyarakat selama bulan suci, juga menjaring THM mokong. ‘’THM tidak boleh buka selama Ramadan, SE (surat edaran) larangan masih diusulkan ke bupati (Ony Anwar Harsono, Red),’’ ucap Arif sembari menyebut operasi miras juga digiatkan di wilayah rawan seperti Desa Sidolaju, Widodaren, dan Kerek, Ngawi. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Taji Satpol PP Ngawi untuk berani memproses hukum pengelola Rumah Kaca patut dinantikan. Seolah tidak pernah jera, THM ilegal itu masih saja beroperasi kendati telah berulang kali disegel. ‘’Sudah empat kali ditutup sejak berdiri 2014 silam,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiono, Jumat (25/3).

Arif tidak hafal kapan saja penyegelan Rumah Kaca. Namun, catatan koran ini, penutupan kali terakhir THM itu awal September tahun lalu. Saat itu pemkab melarang THM menerima tamu lantaran masa darurat Covid-19.

Menurut Arif, pengelola Rumah Kaca kucing-kucingan dengan aparat penegak hukum (APH). Tempat sing-song itu tidak beroperasi dalam satu atau dua pekan pasca penutupan. Setelahnya kembali menerima tamu secara sembunyi-sembunyi. ‘’Ketika hendak dioperasi kembali, tiba-tiba saja tutup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kisah Pilu NN yang Jadi Korban Bullying di SMPN 3 Ngrambe

Arif berjanji memperketat pengawasan Rumah Kaca. Pihaknya tidak segan menyeret pengelola ke meja hijau bila masih beroperasi. Tindakan serupa bakal diberikan ke tiga THM bodong lainnya. Lokasi ketiganya di wilayah pinggiran kabupaten ini. ‘’Penertiban cenderung lebih sulit karena jarak, operasi di wilayah dekat saja sering bocor, apalagi yang jaraknya jauh,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, korps penegak perda bakal menggelar operasi masif di momen Ramadan. Selain demi menjaga ketertiban masyarakat selama bulan suci, juga menjaring THM mokong. ‘’THM tidak boleh buka selama Ramadan, SE (surat edaran) larangan masih diusulkan ke bupati (Ony Anwar Harsono, Red),’’ ucap Arif sembari menyebut operasi miras juga digiatkan di wilayah rawan seperti Desa Sidolaju, Widodaren, dan Kerek, Ngawi. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/