alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Volume Sampah Warga Ngawi Naik Lima Ton saat Ramadan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun –  Beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Selopuro, Ngawi, menampung sampah kian berat. Volume sampah rumah tangga yang masuk ke TPA Selopuro di momen Ramadan naik sembilan persen dibandingkan hari biasa. ”Jika biasanya 40 ton per hari, saat bulan puasa menjadi 45 ton,” kata Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya, dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Supratikmiasih, Senin (25/4).

Pratik mengatakan, kenaikan volume sampah imbas peningkatan daya konsumsi masyarakat. Fenomena itu diprediksi berlangsung hingga selesai Lebaran. Meski penambahan harian lima ton dinilai tidak signifikan, namun turut membebani kapasitas TPA seluas 980 meter persegi yang telah overload. ”Kami berusaha mengurangi jumlah timbunan sampah yang masuk ke TPA melalui pemilahan di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengisian Perangkat Desa di Ngawi Tunggu Revisi Perbup

Pratik menyampaikan, prasarana penunjang pemilahan sampah organik dan anorganik telah tersedia. Salah satunya tempat penampungan sementara (TPS) yang berada di desa dan kelurahan. Pihaknya mengharapkan kesadaran warga untuk membantu pengelolaan sampah. ‘’Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat,’’ tuturnya. (tr1/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun –  Beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Selopuro, Ngawi, menampung sampah kian berat. Volume sampah rumah tangga yang masuk ke TPA Selopuro di momen Ramadan naik sembilan persen dibandingkan hari biasa. ”Jika biasanya 40 ton per hari, saat bulan puasa menjadi 45 ton,” kata Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya, dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Supratikmiasih, Senin (25/4).

Pratik mengatakan, kenaikan volume sampah imbas peningkatan daya konsumsi masyarakat. Fenomena itu diprediksi berlangsung hingga selesai Lebaran. Meski penambahan harian lima ton dinilai tidak signifikan, namun turut membebani kapasitas TPA seluas 980 meter persegi yang telah overload. ”Kami berusaha mengurangi jumlah timbunan sampah yang masuk ke TPA melalui pemilahan di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Baca Juga :  Stop! Proyek Instalasi Bedah RSUD dr Soeroto Tak Dilanjutkan 2022

Pratik menyampaikan, prasarana penunjang pemilahan sampah organik dan anorganik telah tersedia. Salah satunya tempat penampungan sementara (TPS) yang berada di desa dan kelurahan. Pihaknya mengharapkan kesadaran warga untuk membantu pengelolaan sampah. ‘’Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat,’’ tuturnya. (tr1/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/