alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Lemot Vaksinasi Lima Kecamatan di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada yang sempurna, bahkan untuk program vaksinasi Covid-19 di Ngawi. Capaian imunisasi penduduk lima dari 19 kecamatan terbilang masih rendah. Kendati secara kumulatif realisasi imunisasi kabupaten ini telah mencapai 72 persen.

Kelima kecamatan itu Kendal, Karanganyar, Paron, Widodaren, dan Gerih. Dinas kesehatan (dinkes) mencatat progresnya masih di bawah 52 persen. ‘’Yang terendah Kecamatan Kendal sekitar 42 persen,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sabtu (25/12).

Ony menyebut, lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi biang leletnya vaksinasi lima kecamatan. Persoalan itu ditambah dengan masih adanya sejumlah kalangan yang antipati terhadap vaksin. ‘’Kami akan melakukan evaluasi. Kalau kecamatan lainnya bisa, kenapa di lima kecamatan itu tidak?’’ ucapnya.

Baca Juga :  Takut Di-blacklist, Rekanan Sentra PKL Taman Dungus Perbaiki Kerusakan

Lima kecamatan lemot vaksinasi bakal digelontori 73 ribu dosis vaksin Pfizer dan Moderna. Puluhan ribu dosis itu harus habis disuntikkan akhir bulan ini. Sebab, serum antikorona tersebut kedaluwarsa pada 8 Januari 2022. ‘’Supaya penyaluran vaksin tidak terbuang sia-sia,’’ ujarnya.

Sementara, berdasarkan data vaksinasi dan logistik Pemprov Jawa Timur, 84 dosis vaksin di Ngawi diketahui telah kedaluwarsa. ‘’Untuk menghabiskan 73 ribu dosis ini akan dikeroyok bersama TNI dan Polri,’’ tutur bupati sembari menyebut dalam waktu dekat ada tambahan 50 ribu dosis vaksin untuk imunisasi anak usia 6–11 tahun. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiada yang sempurna, bahkan untuk program vaksinasi Covid-19 di Ngawi. Capaian imunisasi penduduk lima dari 19 kecamatan terbilang masih rendah. Kendati secara kumulatif realisasi imunisasi kabupaten ini telah mencapai 72 persen.

Kelima kecamatan itu Kendal, Karanganyar, Paron, Widodaren, dan Gerih. Dinas kesehatan (dinkes) mencatat progresnya masih di bawah 52 persen. ‘’Yang terendah Kecamatan Kendal sekitar 42 persen,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sabtu (25/12).

Ony menyebut, lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi biang leletnya vaksinasi lima kecamatan. Persoalan itu ditambah dengan masih adanya sejumlah kalangan yang antipati terhadap vaksin. ‘’Kami akan melakukan evaluasi. Kalau kecamatan lainnya bisa, kenapa di lima kecamatan itu tidak?’’ ucapnya.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Mahal, Pabrik Kerupuk di Ngawi Sulit Balik Modal

Lima kecamatan lemot vaksinasi bakal digelontori 73 ribu dosis vaksin Pfizer dan Moderna. Puluhan ribu dosis itu harus habis disuntikkan akhir bulan ini. Sebab, serum antikorona tersebut kedaluwarsa pada 8 Januari 2022. ‘’Supaya penyaluran vaksin tidak terbuang sia-sia,’’ ujarnya.

Sementara, berdasarkan data vaksinasi dan logistik Pemprov Jawa Timur, 84 dosis vaksin di Ngawi diketahui telah kedaluwarsa. ‘’Untuk menghabiskan 73 ribu dosis ini akan dikeroyok bersama TNI dan Polri,’’ tutur bupati sembari menyebut dalam waktu dekat ada tambahan 50 ribu dosis vaksin untuk imunisasi anak usia 6–11 tahun. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/