alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Nyepi, Kanang Harap Semua Cobaan Cepat Berlalu

NGAWI – Jawa Pos Radar Ngawi – Umat Hindu di Indonesia Rabu (25/3) merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942. Terkait dengan hal tersebut, bupati Budi ”Kanang” Sulistyono dan Wabup Ony Anwar beserta seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Ngawi mengucapkan selamat bagi yang merayakan. ‘’Tentu kami semua dan masyarakat Ngawi ikut menghormati warga yang hari ini (kemarin, Red) merayakan Nyepi,’’ kata Kanang.

Dia berharap kebijakan yang diambil pemerintah terkait pandemi Covid-19 saat ini tidak mengurangi esensi dari Nyepi. Sebaliknya, Kanang berharap momentum itu dapat memperkuat keyakinan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjalankan Catur Brata (empat pantangan). Yakni, Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungaan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tidak menghibur diri), dan Amati Karya (tidak beraktivitas). ‘’Tapi, saya kira kebijakan pemerintah juga tidak bertentangan dengan perayaan Nyepi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pelajar hingga Pejabat ‘’Didoktrin’’ Anti-korupsi

Seperti diketahui, terdapat sekitar 20 kepala keluarga (KK) di Ngawi merupakan pemeluk agama Hindu. Kemarin mereka merayakan Nyepi dengan sederhana. Meski begitu, Kanang berharap seluruh umat Hindu di Ngawi khusyuk dalam berdoa. ‘’Agar semua cobaan yang menimpa seluruh masyarakat Ngawi dan dunia ini bisa selesai dengan cepat,’’ harapnya. (tif/c1/her/adv)

NGAWI – Jawa Pos Radar Ngawi – Umat Hindu di Indonesia Rabu (25/3) merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942. Terkait dengan hal tersebut, bupati Budi ”Kanang” Sulistyono dan Wabup Ony Anwar beserta seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Ngawi mengucapkan selamat bagi yang merayakan. ‘’Tentu kami semua dan masyarakat Ngawi ikut menghormati warga yang hari ini (kemarin, Red) merayakan Nyepi,’’ kata Kanang.

Dia berharap kebijakan yang diambil pemerintah terkait pandemi Covid-19 saat ini tidak mengurangi esensi dari Nyepi. Sebaliknya, Kanang berharap momentum itu dapat memperkuat keyakinan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjalankan Catur Brata (empat pantangan). Yakni, Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungaan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tidak menghibur diri), dan Amati Karya (tidak beraktivitas). ‘’Tapi, saya kira kebijakan pemerintah juga tidak bertentangan dengan perayaan Nyepi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Zebra Cross Jalan Diponegoro Offside, Banyak Pengendara Kecele

Seperti diketahui, terdapat sekitar 20 kepala keluarga (KK) di Ngawi merupakan pemeluk agama Hindu. Kemarin mereka merayakan Nyepi dengan sederhana. Meski begitu, Kanang berharap seluruh umat Hindu di Ngawi khusyuk dalam berdoa. ‘’Agar semua cobaan yang menimpa seluruh masyarakat Ngawi dan dunia ini bisa selesai dengan cepat,’’ harapnya. (tif/c1/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/