alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Angkut Sapi Tidak Sehat dari Luar Ngawi, Puluhan Kendaraan Diminta Putar Balik

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi menghalau potensi masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Menilik persebaran dan fatalitas penyakit itu yang cukup tinggi. Akses masuk hewan ternak dari daerah terjangkit PMK diperketat dalam dua pekan terakhir.

Petugas juga memeriksa kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan secara berkala. ‘’Petugas (dokter hewan, Red) selalu stand by memeriksa hewan ternak yang akan dijual,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Ngawi Bonadi, Kamis (26/5).

Bonadi menyampaikan, hewan ternak yang secara klinis tidak sehat dilarang masuk pasar. Itu sesuai Instruksi Bupati 188/1/404.101.2/2022 tentang Kewaspadaan Dini PMK di Ngawi. ‘’Hingga saat ini masih aman dari PMK, maka dari itu kami terus berupaya agar tidak menyebar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  SDM Diratakan, Bupati Ngawi Lantik 352 PPPK Guru

Kemarin tim DPP melakukan pemeriksaan hewan ternak di Pasar Legi. Dari 132 kendaraan yang datang, 39 di antaranya diminta balik kanan. Sebanyak 11 kendaraan terindikasi membawa hewan ternak sakit. Sementara 28 kendaraan lainnya dari daerah terjangkit PMK. ‘’Pemeriksaan sebagai upaya menjamin hewan ternak aman dijual dan dikonsumsi,’’ kata Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Antok, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa pengetatan sebagai garansi perlindungan hewan ternak di kabupaten ini. Sebab, banyak warga yang mengandalkan hasil ternak sebagai penyangga hidup. Mereka cenderung memiliki satu atau dua ekor sapi. ‘’Karena kalau PMK menyebar, dampaknya ke perekonomian masyarakat,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi menghalau potensi masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Menilik persebaran dan fatalitas penyakit itu yang cukup tinggi. Akses masuk hewan ternak dari daerah terjangkit PMK diperketat dalam dua pekan terakhir.

Petugas juga memeriksa kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan secara berkala. ‘’Petugas (dokter hewan, Red) selalu stand by memeriksa hewan ternak yang akan dijual,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Ngawi Bonadi, Kamis (26/5).

Bonadi menyampaikan, hewan ternak yang secara klinis tidak sehat dilarang masuk pasar. Itu sesuai Instruksi Bupati 188/1/404.101.2/2022 tentang Kewaspadaan Dini PMK di Ngawi. ‘’Hingga saat ini masih aman dari PMK, maka dari itu kami terus berupaya agar tidak menyebar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pencemaran Air Bengawan Solo Bakal Diadukan ke Pemerintah Pusat

Kemarin tim DPP melakukan pemeriksaan hewan ternak di Pasar Legi. Dari 132 kendaraan yang datang, 39 di antaranya diminta balik kanan. Sebanyak 11 kendaraan terindikasi membawa hewan ternak sakit. Sementara 28 kendaraan lainnya dari daerah terjangkit PMK. ‘’Pemeriksaan sebagai upaya menjamin hewan ternak aman dijual dan dikonsumsi,’’ kata Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Antok, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa pengetatan sebagai garansi perlindungan hewan ternak di kabupaten ini. Sebab, banyak warga yang mengandalkan hasil ternak sebagai penyangga hidup. Mereka cenderung memiliki satu atau dua ekor sapi. ‘’Karena kalau PMK menyebar, dampaknya ke perekonomian masyarakat,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/