alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pemkab Ngawi Bakal Operasikan Kembali Angkutan Sekolah Gratis

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi bakal mengusulkan kembali angkutan sekolah gratis di perubahan APBD (P-APBD) 2022. Program yang berhenti dua tahun lalu itu dipandang membantu peserta didik dan masyarakat.

Adapun penyebab nonaktif adalah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan kegiatan pembelajaran beralih dari tatap muka ke daring. ‘’Anggarannya sekitar Rp 800 juta untuk satu tahun,’’ kata Kabid Angkutan Dishub Ngawi Fajar Anasrul, Kamis (26/5).

Fajar menyampaikan, sekitar 30 kendaraan angkutan umum diajak kerja sama sebagai fasilitas angkutan gratis di tahun terakhir pelaksanaan. Kendaraan tersebut mengakomodasi peserta didik yang tinggal di wilayah dari lima rute. Lalu, dua bus sekolah milik dishub untuk dua trayek. ‘’Angkutan umum dan bus ini mengakomodasi sekitar 500 pelajar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Persinga Ingin Juarai Grup M

Menurut Fajar, angkutan sekolah gratis dibutuhkan masyarakat, khususnya orang tua yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Selama ini peserta didik berangkat sekolah dengan tiga cara. Yakni, diantar orang tua, bersepeda, dan naik motor atau angkutan umum. ‘’Nah, angkutan gratis ini juga menekan angka kecelakaan lalu lintas bagi mereka yang naik motor sendiri,’’ terangnya.

Karena angkutan sekolah gratis masih vakum, pelajar yang naik angkutan umum membayar dengan uang pribadi. Dishub mengklaim penggunaan kendaraan umum itu dipantau. ‘’Faktor keselamatan harus terjamin,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi bakal mengusulkan kembali angkutan sekolah gratis di perubahan APBD (P-APBD) 2022. Program yang berhenti dua tahun lalu itu dipandang membantu peserta didik dan masyarakat.

Adapun penyebab nonaktif adalah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan kegiatan pembelajaran beralih dari tatap muka ke daring. ‘’Anggarannya sekitar Rp 800 juta untuk satu tahun,’’ kata Kabid Angkutan Dishub Ngawi Fajar Anasrul, Kamis (26/5).

Fajar menyampaikan, sekitar 30 kendaraan angkutan umum diajak kerja sama sebagai fasilitas angkutan gratis di tahun terakhir pelaksanaan. Kendaraan tersebut mengakomodasi peserta didik yang tinggal di wilayah dari lima rute. Lalu, dua bus sekolah milik dishub untuk dua trayek. ‘’Angkutan umum dan bus ini mengakomodasi sekitar 500 pelajar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tuding APIP Lamban, Massa Desak Penanganan Kasus Pucangan Dipercepat

Menurut Fajar, angkutan sekolah gratis dibutuhkan masyarakat, khususnya orang tua yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Selama ini peserta didik berangkat sekolah dengan tiga cara. Yakni, diantar orang tua, bersepeda, dan naik motor atau angkutan umum. ‘’Nah, angkutan gratis ini juga menekan angka kecelakaan lalu lintas bagi mereka yang naik motor sendiri,’’ terangnya.

Karena angkutan sekolah gratis masih vakum, pelajar yang naik angkutan umum membayar dengan uang pribadi. Dishub mengklaim penggunaan kendaraan umum itu dipantau. ‘’Faktor keselamatan harus terjamin,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/