alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

SDM Diratakan, Bupati Ngawi Lantik 352 PPPK Guru

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerataan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus perbaikan kualitas lembaga pendidikan di Ngawi. Salah satunya, pemkab melantik 352 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga pendidikan Selasa (24/5) lalu.

Tenaga tambahan tersebut diharapkan mampu menekan kesenjangan SDM antara satu sekolah dengan lainnya. ‘’Pemerataan SDM harus dipercepat agar menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kamis (26/5).

Ony tidak memungkiri bahwa lembaga pendidikan kabupaten ini kekurangan SDM. Dari 475 SD dan 50 SMP, butuh sekitar 1.500 tenaga pengajar baru. Meliputi guru agama; kesenian; serta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Pihaknya terus berupaya menutup kekosongan itu secara bertahap. ‘’SDM sekolah wilayah perkotaan maupun pelosok kecamatan dan desa harus punya kualitas yang sama,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berstatus Tuan Rumah, Ngawi Yakin Lolos Pra-Porprov

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Sumarsono menyampaikan, sedikitnya 200 tenaga pendidikan pensiun saban tahunnya. Tahun ini akan ada 120 kepala sekolah dan 80 guru purnatugas. Persoalan itu sedikit terurai dengan tambahan 352 PPPK yang aktif mengajar 6 Juni nanti. ‘’Penambahan PPPK guru diusulkan ke pemerintah pusat nyaris setiap tahun,’’ ucapnya.

Sumarsono mengatakan, upaya meningkatkan kualitas guru juga terus dilakukan. Para tenaga pendidikan mengikuti pelatihan maupun bimbingan teknis yang diselenggarakan pusat maupun daerah. Selain itu, kegiatan dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) digiatkan untuk meng-update pengetahuan tenaga pengajar. Baik terhadap metode pembelajaran maupun materi pelajaran. ‘’Juga pembuatan soal ujian sesuai standardisasi yang dimusyawarahkan bersama MGMP,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerataan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus perbaikan kualitas lembaga pendidikan di Ngawi. Salah satunya, pemkab melantik 352 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga pendidikan Selasa (24/5) lalu.

Tenaga tambahan tersebut diharapkan mampu menekan kesenjangan SDM antara satu sekolah dengan lainnya. ‘’Pemerataan SDM harus dipercepat agar menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kamis (26/5).

Ony tidak memungkiri bahwa lembaga pendidikan kabupaten ini kekurangan SDM. Dari 475 SD dan 50 SMP, butuh sekitar 1.500 tenaga pengajar baru. Meliputi guru agama; kesenian; serta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Pihaknya terus berupaya menutup kekosongan itu secara bertahap. ‘’SDM sekolah wilayah perkotaan maupun pelosok kecamatan dan desa harus punya kualitas yang sama,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Naikkan Tiket Masuk Taman Tawun, Disparpora Ngawi Harus Penuhi Syarat Ini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Sumarsono menyampaikan, sedikitnya 200 tenaga pendidikan pensiun saban tahunnya. Tahun ini akan ada 120 kepala sekolah dan 80 guru purnatugas. Persoalan itu sedikit terurai dengan tambahan 352 PPPK yang aktif mengajar 6 Juni nanti. ‘’Penambahan PPPK guru diusulkan ke pemerintah pusat nyaris setiap tahun,’’ ucapnya.

Sumarsono mengatakan, upaya meningkatkan kualitas guru juga terus dilakukan. Para tenaga pendidikan mengikuti pelatihan maupun bimbingan teknis yang diselenggarakan pusat maupun daerah. Selain itu, kegiatan dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) digiatkan untuk meng-update pengetahuan tenaga pengajar. Baik terhadap metode pembelajaran maupun materi pelajaran. ‘’Juga pembuatan soal ujian sesuai standardisasi yang dimusyawarahkan bersama MGMP,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/