27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Harus Jamin Aman-Nyaman, Angkutan Umum Berizin ketika Angkut Anak Sekolah

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Protes Paguyuban Mikromini Lawu Indah ihwal maraknya angkutan antar-jemput siswa ilegal agaknya tidak berlarut-larut. Dalam pertemuan antara dinas perhubungan (dishub) dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) Jumat (23/9) lalu, permohonan kelompok itu diakomodasi.

Kabid Angkutan Dishub Ngawi Fajar Anasrul mengatakan, jasa transportasi yang memiliki izin trayek harus diprioritaskan. Para sopir minibus yang sempat mengeluhkan angkutan gelap bisa mengangkut siswa sesuai rutenya, yakni Ngawi–Simo dan Ngawi–Ngrambe. Sedangkan kendaraan berpelat hitam dilarang mengangkut penumpang umum. ‘’Sesuai Undang-Undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,’’ ujarnya, Senin (26/9).

Fajar menyampaikan, belakangan ini muncul fenomena orang tua gotong royong menyediakan angkutan umum untuk antar-jemput siswa secara mandiri. Hal tersebut mempertimbangkan fasilitas angkutan yang dipilih nyaman dan laik jalan. ‘’Nah, konsekuensinya bus yang memiliki izin trayek harus memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang anak sekolah,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Taman Soekarno Gagal Dibangun Tahun Ini

Dia mengungkapkan, sejumlah perusahaan otobus beralih jasa. Dari sebelumnya mengangkut penumpang umum menjadi peserta didik. Mereka membuat kontrak kerja sama dengan komite sekolah yang berisikan wali murid. ‘’Karena banyak bus mandek beroperasi seiring semakin sepinya penumpang,’’ ungkapnya.

Fajar berharap permasalahan antar-jemput siswa tidak lagi muncul ke permukaan. Bersamaan itu, pihaknya akan mengupayakan program angkutan gratis pelajar kembali dimulai tahun depan. Program yang menggandeng penyedia jasa angkutan kota/desa itu menjadi solusi kian sepinya penumpang. ‘’Semoga usulan anggarannya diakomodasi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Protes Paguyuban Mikromini Lawu Indah ihwal maraknya angkutan antar-jemput siswa ilegal agaknya tidak berlarut-larut. Dalam pertemuan antara dinas perhubungan (dishub) dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) Jumat (23/9) lalu, permohonan kelompok itu diakomodasi.

Kabid Angkutan Dishub Ngawi Fajar Anasrul mengatakan, jasa transportasi yang memiliki izin trayek harus diprioritaskan. Para sopir minibus yang sempat mengeluhkan angkutan gelap bisa mengangkut siswa sesuai rutenya, yakni Ngawi–Simo dan Ngawi–Ngrambe. Sedangkan kendaraan berpelat hitam dilarang mengangkut penumpang umum. ‘’Sesuai Undang-Undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,’’ ujarnya, Senin (26/9).

Fajar menyampaikan, belakangan ini muncul fenomena orang tua gotong royong menyediakan angkutan umum untuk antar-jemput siswa secara mandiri. Hal tersebut mempertimbangkan fasilitas angkutan yang dipilih nyaman dan laik jalan. ‘’Nah, konsekuensinya bus yang memiliki izin trayek harus memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang anak sekolah,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Program BSU bagi Pekerja Baru 80 Persen yang Diajukan

Dia mengungkapkan, sejumlah perusahaan otobus beralih jasa. Dari sebelumnya mengangkut penumpang umum menjadi peserta didik. Mereka membuat kontrak kerja sama dengan komite sekolah yang berisikan wali murid. ‘’Karena banyak bus mandek beroperasi seiring semakin sepinya penumpang,’’ ungkapnya.

Fajar berharap permasalahan antar-jemput siswa tidak lagi muncul ke permukaan. Bersamaan itu, pihaknya akan mengupayakan program angkutan gratis pelajar kembali dimulai tahun depan. Program yang menggandeng penyedia jasa angkutan kota/desa itu menjadi solusi kian sepinya penumpang. ‘’Semoga usulan anggarannya diakomodasi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/