27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Permainan Persinga Belum Memuaskan dalam Laga Uji Coba Melawan Bojonegoro FC

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kemenangan hanya selisih angka pada papan skor. Pelatih Kepala Persinga Lulut Kistono tidak puas dengan performa anak asuhnya meski mampu melibas 2-0 Bojonegoro FC dalam laga uji coba tanding akhir pekan lalu.

Hasil akhir itu bertolak belakang dengan permainan 90 menit di lapangan Stadion Yosonegoro yang dinilai kurang maksimal. ‘’Kami tidak melihat skor, permainan lawan Bojonegoro FC itu jelek bila dibandingkan lima uji coba sebelumnya,’’ kata Lulut kemarin (25/9).

Lulut menyoroti lini serang dan pertahanan timnya yang masih lemah. Dalam enam kali uji coba sejak ditukangi Agustus lalu, timnya kemasukan delapan gol dan memasukkan enam gol. Dari statistik tersebut, barisan pertahanan timnya mudah sekali ditembus. Para striker juga belum trengginas di kotak 16 lawan. ‘’Kami masih ada kendala di posisi center back dan striker,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PSSI Tahan Pengumuman Kontestan Liga 3 Nasional

Pelatih asal Surabaya itu mengaku belum menemukan pemain belakang dan tepat yang tepat. Terutama posisi penyerang yang tidak bisa hanya mengandalkan Slamet ”Larso” Hariyadi. Kapten tim itu telah berusia 36 tahun. Di sisi lain, kedalaman skuad antara tim inti dengan cadangan masih sangat jomplang. ‘’Setiap kali uji coba, pemain dari bangku cadangan sering dimainkan untuk melihat layak tidaknya menjadi pemain pengganti,’’ ucapnya.

Bila tidak ada perubahan, kickoff Liga 3 Regional Jawa Timur bergulir pertengahan Oktober nanti. Lulut dikejar waktu untuk menambal seluruh kekurangan. ‘’Kami masih mencari striker dan center back untuk mengisi kekurangan pemain dari saat ini 23 orang,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kemenangan hanya selisih angka pada papan skor. Pelatih Kepala Persinga Lulut Kistono tidak puas dengan performa anak asuhnya meski mampu melibas 2-0 Bojonegoro FC dalam laga uji coba tanding akhir pekan lalu.

Hasil akhir itu bertolak belakang dengan permainan 90 menit di lapangan Stadion Yosonegoro yang dinilai kurang maksimal. ‘’Kami tidak melihat skor, permainan lawan Bojonegoro FC itu jelek bila dibandingkan lima uji coba sebelumnya,’’ kata Lulut kemarin (25/9).

Lulut menyoroti lini serang dan pertahanan timnya yang masih lemah. Dalam enam kali uji coba sejak ditukangi Agustus lalu, timnya kemasukan delapan gol dan memasukkan enam gol. Dari statistik tersebut, barisan pertahanan timnya mudah sekali ditembus. Para striker juga belum trengginas di kotak 16 lawan. ‘’Kami masih ada kendala di posisi center back dan striker,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Beran Absen Pilkades, Status Desa Jadi Ganjalan

Pelatih asal Surabaya itu mengaku belum menemukan pemain belakang dan tepat yang tepat. Terutama posisi penyerang yang tidak bisa hanya mengandalkan Slamet ”Larso” Hariyadi. Kapten tim itu telah berusia 36 tahun. Di sisi lain, kedalaman skuad antara tim inti dengan cadangan masih sangat jomplang. ‘’Setiap kali uji coba, pemain dari bangku cadangan sering dimainkan untuk melihat layak tidaknya menjadi pemain pengganti,’’ ucapnya.

Bila tidak ada perubahan, kickoff Liga 3 Regional Jawa Timur bergulir pertengahan Oktober nanti. Lulut dikejar waktu untuk menambal seluruh kekurangan. ‘’Kami masih mencari striker dan center back untuk mengisi kekurangan pemain dari saat ini 23 orang,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/