alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Mereka yang Berjaya di Jamus 100 Km 2019 (6-Habis)

Gunawan Indro Basso sebelumnya tidak pernah menjadi juara Jamus 100 Km. Namun, konsistensinya sepanjang lomba tahun ini mengantar pembalap asal Solo itu meraih medali emas. Dia memenangkan kategori King of Mountain dengan catatan waktu 29 menit 58 detik.

================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

LATIHAN, istirahat, dan nutrisi. Tiga hal itu menjadi kunci sukses Gunawan Indro Basso menjadi raja tanjakan di Jamus 100 Km untuk kategori usia 41–45 Sabtu lalu (19/10). Sekalipun saat perlombaan itu cuacanya terik dan tanjakannya ekstrem. ‘’Pengalaman juga penting,’’ kata cyclist asal Solo tersebut.

Gunawan mengaku sudah kali ketiga mengikuti Jamus 100 Km. Dari seluruh penyelenggaraan tersebut, baru tahun ini dia bisa naik podium dengan kalungan medali emas. Dia mencatatkan waktu 29 menit 58 detik. ‘’Dua penyelenggaraan sebelumnya hanya dapat juara dua. Syukur tahun ini dapat juara pertama,’’ ucap cyclist 42 tahun itu.

Berbagai usaha dilakukan Gunawan demi memperbaiki catatan waktu dan capaian prestasinya di ajang tersebut. Seperti latihan mancal 700 kilometer dalam seminggu. Dengan kata lain, porsi latihannya setiap hari minimal 100 kilometer.

Baca Juga :  Dikibuli ’’Pegawai BUMN’’, Duit Rp 9 Juta Melayang

Lalu, supaya endurance tetap terjaga, ketika latihan rata-rata kecepatannya dibedakan. Porsi latihan tiap harinya juga tak harus melulu 100 kilometer. Yang penting, seminggu sudah menempuh jarak total 700 kilometer. ‘’Misalnya pada Senin itu gowes sejauh 60 kilometer. Lalu, pada Selasa harus menyelesaikan sisa utangnya. Jadi, gowes sejauh 140 kilometer,’’ terang anggota Happy Monday tersebut.

Menurutnya, keseimbangan latihan juga menjadi poin penting yang perlu diperhatikan. Seperti saat melibas rute 30 kilometer, rata-rata kecepatan harus maksimal. Sementara, saat menempuh 100 kilometer, stamina dan kecepatan ritmenya mesti dijaga. ‘’Tips untuk anak muda, jadi sepeda itu perlu keuletan, disiplin, dan tanggung jawab, intinya itu,’’ sebut Gunawan.

Dunia balap sepeda sudah dikenal Gunawan sejak 15 tahun lalu. Tentu selama lebih dari satu dekade tersebut banyak pengalaman yang didapatnya. Misalnya event New Armada Open FunBike & Road Race 2015 di Jawa Tengah. Kala itu dirinya berhasil menyabet medali emas plus bonus tour di Labuhan Bajo, Pulau Komodo. ‘’Lima belas tahun tentu banyak suka duka, tapi semua itu jadi pengalaman yang berarti,’’ ungkapnya. ****(her/c1)

Gunawan Indro Basso sebelumnya tidak pernah menjadi juara Jamus 100 Km. Namun, konsistensinya sepanjang lomba tahun ini mengantar pembalap asal Solo itu meraih medali emas. Dia memenangkan kategori King of Mountain dengan catatan waktu 29 menit 58 detik.

================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

LATIHAN, istirahat, dan nutrisi. Tiga hal itu menjadi kunci sukses Gunawan Indro Basso menjadi raja tanjakan di Jamus 100 Km untuk kategori usia 41–45 Sabtu lalu (19/10). Sekalipun saat perlombaan itu cuacanya terik dan tanjakannya ekstrem. ‘’Pengalaman juga penting,’’ kata cyclist asal Solo tersebut.

Gunawan mengaku sudah kali ketiga mengikuti Jamus 100 Km. Dari seluruh penyelenggaraan tersebut, baru tahun ini dia bisa naik podium dengan kalungan medali emas. Dia mencatatkan waktu 29 menit 58 detik. ‘’Dua penyelenggaraan sebelumnya hanya dapat juara dua. Syukur tahun ini dapat juara pertama,’’ ucap cyclist 42 tahun itu.

Berbagai usaha dilakukan Gunawan demi memperbaiki catatan waktu dan capaian prestasinya di ajang tersebut. Seperti latihan mancal 700 kilometer dalam seminggu. Dengan kata lain, porsi latihannya setiap hari minimal 100 kilometer.

Baca Juga :  Proyek Telan Rp 18 Miliar, RS Geneng Dioperasikan 2022

Lalu, supaya endurance tetap terjaga, ketika latihan rata-rata kecepatannya dibedakan. Porsi latihan tiap harinya juga tak harus melulu 100 kilometer. Yang penting, seminggu sudah menempuh jarak total 700 kilometer. ‘’Misalnya pada Senin itu gowes sejauh 60 kilometer. Lalu, pada Selasa harus menyelesaikan sisa utangnya. Jadi, gowes sejauh 140 kilometer,’’ terang anggota Happy Monday tersebut.

Menurutnya, keseimbangan latihan juga menjadi poin penting yang perlu diperhatikan. Seperti saat melibas rute 30 kilometer, rata-rata kecepatan harus maksimal. Sementara, saat menempuh 100 kilometer, stamina dan kecepatan ritmenya mesti dijaga. ‘’Tips untuk anak muda, jadi sepeda itu perlu keuletan, disiplin, dan tanggung jawab, intinya itu,’’ sebut Gunawan.

Dunia balap sepeda sudah dikenal Gunawan sejak 15 tahun lalu. Tentu selama lebih dari satu dekade tersebut banyak pengalaman yang didapatnya. Misalnya event New Armada Open FunBike & Road Race 2015 di Jawa Tengah. Kala itu dirinya berhasil menyabet medali emas plus bonus tour di Labuhan Bajo, Pulau Komodo. ‘’Lima belas tahun tentu banyak suka duka, tapi semua itu jadi pengalaman yang berarti,’’ ungkapnya. ****(her/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/