alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Ke Ngawi, Anggota DPR RI Sri Wahyuni Tinjau Realisasi Program Padat Karya

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Anggota DPR RI Komisi V Sri Wahyuni menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program padat karya. Misalnya pada Selasa (26/10), politisi Partai Nasdem itu meninjau pekerjaan padat karya berupa perbaikan prasarana perkeretaapian Daop VI Madiun.

Sebanyak 2.400 pekerja terlibat dalam proyek penguatan ballast sepanjang 1.105 meter di jalur kereta api (KA) Ngawi-Magetan itu. Pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp 288 juta. ‘’Keselamatan harus diutamakan apalagi bekerja di rel,’’ kata Yuni.

Diungkapkannya, pekerjaan padat karya ini sekaligus untuk membantu ekonomi warga setempat yang terdampak pandemik Covid-19. ‘’Karena itu, semua apa yang sudah dibangun harus dirawat. Kalau bisa perawatan jalur kereta api ini dirawat secara berkala,’’ tutur istri dari mantan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni itu.

Selain itu, Yuni juga sempat meninjau pengerjaan saluran drainase di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi. Proyek saluran drainase sepanjang 1,8 kilometer itu juga termasuk dalam program padat karya. ‘’Perbaikan drainase ini merupakan usulan dari warga yang kemudian saya ajukan ke Kementerian PUPR dalam bentuk program padat karya. Ke depan, saya mengusulkan jalannya juga diperlebar,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dinsos Ngawi Dituntut Jeli Verval Data Kemiskinan

Di sela kegiatannya meninjau sejumlah pekerjaan fisik, Yuni juga memberikan santunan kepada anak yatim dan bantuan sembako untuk para pekerja proyek. Sementara, pada siangnya berkunjung ke kantor Radar Madiun untuk sekadar berdialog.

Terpisah, Ari yang merupakan salah seorang pekerja program padat karya mengaku terbantu dengan adanya kegiatan fisik tersebut. Karena beberapa bulan terakhir dirinya menganggur dan minim penghasilan. ‘’Awalnya menganggur, akhirnya dapat kerja. Adanya proyek ini bisa sedikit membawa berkah,’’ ucap Ari. (her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Anggota DPR RI Komisi V Sri Wahyuni menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program padat karya. Misalnya pada Selasa (26/10), politisi Partai Nasdem itu meninjau pekerjaan padat karya berupa perbaikan prasarana perkeretaapian Daop VI Madiun.

Sebanyak 2.400 pekerja terlibat dalam proyek penguatan ballast sepanjang 1.105 meter di jalur kereta api (KA) Ngawi-Magetan itu. Pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp 288 juta. ‘’Keselamatan harus diutamakan apalagi bekerja di rel,’’ kata Yuni.

Diungkapkannya, pekerjaan padat karya ini sekaligus untuk membantu ekonomi warga setempat yang terdampak pandemik Covid-19. ‘’Karena itu, semua apa yang sudah dibangun harus dirawat. Kalau bisa perawatan jalur kereta api ini dirawat secara berkala,’’ tutur istri dari mantan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni itu.

Selain itu, Yuni juga sempat meninjau pengerjaan saluran drainase di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi. Proyek saluran drainase sepanjang 1,8 kilometer itu juga termasuk dalam program padat karya. ‘’Perbaikan drainase ini merupakan usulan dari warga yang kemudian saya ajukan ke Kementerian PUPR dalam bentuk program padat karya. Ke depan, saya mengusulkan jalannya juga diperlebar,’’ terangnya.

Baca Juga :  PENERTIBAN PKL: Kanang Pastikan Rencana Eksekusi Tidak Menguap

Di sela kegiatannya meninjau sejumlah pekerjaan fisik, Yuni juga memberikan santunan kepada anak yatim dan bantuan sembako untuk para pekerja proyek. Sementara, pada siangnya berkunjung ke kantor Radar Madiun untuk sekadar berdialog.

Terpisah, Ari yang merupakan salah seorang pekerja program padat karya mengaku terbantu dengan adanya kegiatan fisik tersebut. Karena beberapa bulan terakhir dirinya menganggur dan minim penghasilan. ‘’Awalnya menganggur, akhirnya dapat kerja. Adanya proyek ini bisa sedikit membawa berkah,’’ ucap Ari. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/