alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Khawatir Coreng Nama Baik Keluarga, Ajukan Anak Dispensasi Nikah

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pernikahan dini tidak melulu akibat hamil duluan. Pengadilan Agama (PA) Ngawi menerima permohonan dispensasi kawin karena faktor kecemasan orang tua terhadap pergaulan zaman sekarang. ‘’Khawatir hubungan anak kebablasan dan mencoreng nama baik keluarga,’’ kata Lucky Aziz Hakim, panitera PA Ngawi, Minggu (27/3).

Lucky mengungkapkan, pemohon dispensasi kawin karena kekhawatiran orang tua jumlahnya di bawah 10. Kebanyakan hakim tidak mengabulkannya. Sebab, alasan pernikahan yang diutarakan dinilai tidak mendesak. Sekalipun dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana telah memberikan rekomendasi. ‘’Pertimbangannya, dari segi usia belum matang untuk membina hubungan rumah tangga,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, pasangan yang hendak menikah berusia 16 tahun hingga 18 tahun. Usia tersebut setara pelajar SMP dan SMA sederajat. Sementara Undang-Undang 16/2019 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa batas usia menikah laki-laki dan perempuan minimal 19 tahun. ‘’Bagi yang dikabulkan, pasangan dan orang tuanya selalu diwanti-wanti agar jangan sampai kembali ke PA untuk perkara perceraian,’’ ucapnya.

Baca Juga :  BLT Dana Desa Ditambah 5 Persen

Sementara, PA mendata 89 permohonan dispensasi kawin sejak Januari lalu. Sebanyak 86 di antaranya telah dikabulkan. Sekitar 90 persen permohonan dilatarbelakangi calon pasangan pernah berhubungan badan. Lalu, 80 persen calon pengantin perempuannya telah berbadan dua. ‘’Kalau sudah hamil, biasanya hakim menyetujui agar status anaknya jelas,’’ pungkas Lucky. (tr1/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pernikahan dini tidak melulu akibat hamil duluan. Pengadilan Agama (PA) Ngawi menerima permohonan dispensasi kawin karena faktor kecemasan orang tua terhadap pergaulan zaman sekarang. ‘’Khawatir hubungan anak kebablasan dan mencoreng nama baik keluarga,’’ kata Lucky Aziz Hakim, panitera PA Ngawi, Minggu (27/3).

Lucky mengungkapkan, pemohon dispensasi kawin karena kekhawatiran orang tua jumlahnya di bawah 10. Kebanyakan hakim tidak mengabulkannya. Sebab, alasan pernikahan yang diutarakan dinilai tidak mendesak. Sekalipun dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana telah memberikan rekomendasi. ‘’Pertimbangannya, dari segi usia belum matang untuk membina hubungan rumah tangga,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, pasangan yang hendak menikah berusia 16 tahun hingga 18 tahun. Usia tersebut setara pelajar SMP dan SMA sederajat. Sementara Undang-Undang 16/2019 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa batas usia menikah laki-laki dan perempuan minimal 19 tahun. ‘’Bagi yang dikabulkan, pasangan dan orang tuanya selalu diwanti-wanti agar jangan sampai kembali ke PA untuk perkara perceraian,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Ony Anjurkan ASN Pemkab Ngawi Beli Hasil Pertanian Padi Organik

Sementara, PA mendata 89 permohonan dispensasi kawin sejak Januari lalu. Sebanyak 86 di antaranya telah dikabulkan. Sekitar 90 persen permohonan dilatarbelakangi calon pasangan pernah berhubungan badan. Lalu, 80 persen calon pengantin perempuannya telah berbadan dua. ‘’Kalau sudah hamil, biasanya hakim menyetujui agar status anaknya jelas,’’ pungkas Lucky. (tr1/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/