alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Terdampak Kekeringan, Dua Desa Ajukan Dropping Air Bersih

NGAWI – Krisis air bersih mulai mendera warga sejumlah wilayah Ngawi. Catatan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, sedikitnya dua desa telah mengajukan dropping air bersih. Yakni, Desa/Kecamatan Mantingan dan Banjarbanggi, Pitu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi mengatakan, dua desa tersebut sudah masuk daftar 45 desa yang diajukan BPBD ke Pemprov Jawa Timur untuk menerima bantuan air bersih. ‘’Sementara kami kirim tangkinya dulu, sambil menunggu bantuannya turun,’’ ujarnya Kamis (27/6).

Meski begitu, Teguh menyebut pihaknya bakal melakukan dropping langsung jika krisis air bersih di wilayah tersebut sudah mengkhawatirkan. Dengan catatan, anggarannya mampu di­-cover BPBD.

Teguh menuturkan, pihaknya juga tengah menyiapkan pengiriman tangki-tangki berkapasitas 1200 liter air ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Tangki air tersebut bukan diberikan secara permanen, melainkan hanya pinjam pakai ketika musim kemarau. ‘’Jumlahnya sesuai desa yang diusulkan mendapat bantuan air bersih,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Ber-KTP Luar Pacitan, Belasan Wisatawan Diminta Putar Balik

Selain itu, imbuh dia, BPBD sudah mengajukan surat keputusan (SK) pernyataan darurat kekeringan kepada bupati. Namun, hingga kemarin SK tersebut belum turun. ‘’Progres pengajuan bantuan dari provinsi juga belum jelas. Untuk sementara kami siapkan sarana dan prasarananya dulu,’’ tuturnya.

Ditanya krisis air bersih di Lingkungan Ngrawong, Dusun Ngladok, Cantel, Pitu, Teguh mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima surat pengajuan dropping dari pemerintah desa setempat. ‘’Belum ada permintaan bantuan,’’ ujarnya.

Teguh meminta desa-desa yang saat ini membutuhkan bantuan air bersih mengajukan surat tertulis dengan diketahui camat setempat. Hal itu dibutuhkan sebagai dasar administrasi pihak BPBD melakukan dropping. (tif/isd)

NGAWI – Krisis air bersih mulai mendera warga sejumlah wilayah Ngawi. Catatan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, sedikitnya dua desa telah mengajukan dropping air bersih. Yakni, Desa/Kecamatan Mantingan dan Banjarbanggi, Pitu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi mengatakan, dua desa tersebut sudah masuk daftar 45 desa yang diajukan BPBD ke Pemprov Jawa Timur untuk menerima bantuan air bersih. ‘’Sementara kami kirim tangkinya dulu, sambil menunggu bantuannya turun,’’ ujarnya Kamis (27/6).

Meski begitu, Teguh menyebut pihaknya bakal melakukan dropping langsung jika krisis air bersih di wilayah tersebut sudah mengkhawatirkan. Dengan catatan, anggarannya mampu di­-cover BPBD.

Teguh menuturkan, pihaknya juga tengah menyiapkan pengiriman tangki-tangki berkapasitas 1200 liter air ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Tangki air tersebut bukan diberikan secara permanen, melainkan hanya pinjam pakai ketika musim kemarau. ‘’Jumlahnya sesuai desa yang diusulkan mendapat bantuan air bersih,’’ sebutnya.

Baca Juga :  RSUD dr Soeroto Ngawi Buka Poli Jantung dan Pembuluh Darah

Selain itu, imbuh dia, BPBD sudah mengajukan surat keputusan (SK) pernyataan darurat kekeringan kepada bupati. Namun, hingga kemarin SK tersebut belum turun. ‘’Progres pengajuan bantuan dari provinsi juga belum jelas. Untuk sementara kami siapkan sarana dan prasarananya dulu,’’ tuturnya.

Ditanya krisis air bersih di Lingkungan Ngrawong, Dusun Ngladok, Cantel, Pitu, Teguh mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima surat pengajuan dropping dari pemerintah desa setempat. ‘’Belum ada permintaan bantuan,’’ ujarnya.

Teguh meminta desa-desa yang saat ini membutuhkan bantuan air bersih mengajukan surat tertulis dengan diketahui camat setempat. Hal itu dibutuhkan sebagai dasar administrasi pihak BPBD melakukan dropping. (tif/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/