alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Kakak-Adik Ulfa dan Bella Enjoy Tekuni Bisnis Sewa Backdrop

Enggan menjadi karyawan, Ulfa dan Bella menekuni usaha persewaan backdrop. Berkat model dan desain yang tidak ketinggalan tren, rupiah rutin mengalir ke kantong kakak beradik itu.

———

DENI KURNIAWAN, Ngawi

ULFA Maharani dan Bella Gestia Sandri adiknya memulai usaha persewaan backdrop awal 2019 lalu. Tak disangka, meski awalnya sekadar coba-coba, bisnis tersebut mendapat respons bagus sejumlah kalangan. Penyewa demi penyewa kepincut dengan backdrop buatan kakak-adik asal Desa/Kecamatan Geneng, Ngawi, ini. ‘’Harus rajin-rajin promosi. Ke teman-teman, juga lewat medsos,’’ ujar Ulfa.

Selama ini, backdrop buatan Ulfa dan Bella digunakan sebagai pernik berbagai acara. Yang paling sering pertunangan dan pernikahan. Penyewa datang dari beragam kalangan di Karesidenan Madiun.

Musim nikah seperti sekarang, jasa sewa backdrop yang dirintis Ulfa dan Bella laris manis. Sekali sewa, kantong keduanya terisi antara Rp 400 sampai Rp 1,5 juta. ‘’Tergantung permintaan itu,’’ terang perempuan 22 tahun jebolan akademi kebidanan itu.

Keberhasilan Ulfa dan Bella di persewaan backdrop tidak datang begitu saja. Keduanya mesti pandai-pandai membaca tren yang sedang hits. Kendati sebagian besar perantinya dapat dipakai ulang, sentuhan kekinian tidak boleh ketinggalan. ‘’Misalnya warna, sekarang orang-orang lebih suka yang kalem-kalem,’’ ujar Ulfa.

Baca Juga :  Tidur Sekamar, Dua Pasang ABG Digerebek

Satu lagi teknik bisnis yang diterapkan Ulfa dan Bella, menyikapi tren yang terus berkembang. Keduanya memilih pernak-pernik backdrop yang harganya tidak terlalu mahal. Dengan begitu, saat tren berganti, tidak buntung kelewat banyak.

Sementara, bahan-bahan inti seperti papan-papan kayu, keduanya memilih yang awet sekalian. ‘’Sasaran kami memang bukan untuk yang high class. Pertimbangannya, meski semua orang ingin momen-momen tertentunya menjadi benar-benar spesial, kemampuannya berbeda-beda,’’ paparnya.

Ulfa dan Bella tidak mau setengah-setengah menekuni bisnis persewaan backdrop. Saat penyewa minta dibuatkan model tertentu yang belum dimiliki, keduanya rela berburu perlengkapan ke luar kota. ‘’Di Ngawi dan Madiun banyak toko-toko perlengkapan backdrop, tapi lebih sering cari di Solo,’’ ungkapnya.

Keduanya juga tidak mau asal-asal saat menggarap pesanan. Sehari sebelum hari-H suatu acara, Ulfa dan Bela sudah melakukan persiapan. Kakak-adik itu memperhitungkan betul tiap sudut backdrop buatannya. ‘’Kadang temanya dari kami sendiri, sering juga manut sesuai permintaan,’’ sebutnya.

Mendirikan sebuah backdrop komplet dengan pernak-perniknya tentu membutuhkan tenaga. Namun, yang lebih membuat Ulfa dan Bella merasa capek berlipat-lipat adalah saat mendapat penyewa yang rewel. ‘’Kebanyakan asal nawar, sedih rasanya kalau sudah begitu,’’ ujar Ulfa. ***(isd)

Enggan menjadi karyawan, Ulfa dan Bella menekuni usaha persewaan backdrop. Berkat model dan desain yang tidak ketinggalan tren, rupiah rutin mengalir ke kantong kakak beradik itu.

———

DENI KURNIAWAN, Ngawi

ULFA Maharani dan Bella Gestia Sandri adiknya memulai usaha persewaan backdrop awal 2019 lalu. Tak disangka, meski awalnya sekadar coba-coba, bisnis tersebut mendapat respons bagus sejumlah kalangan. Penyewa demi penyewa kepincut dengan backdrop buatan kakak-adik asal Desa/Kecamatan Geneng, Ngawi, ini. ‘’Harus rajin-rajin promosi. Ke teman-teman, juga lewat medsos,’’ ujar Ulfa.

Selama ini, backdrop buatan Ulfa dan Bella digunakan sebagai pernik berbagai acara. Yang paling sering pertunangan dan pernikahan. Penyewa datang dari beragam kalangan di Karesidenan Madiun.

Musim nikah seperti sekarang, jasa sewa backdrop yang dirintis Ulfa dan Bella laris manis. Sekali sewa, kantong keduanya terisi antara Rp 400 sampai Rp 1,5 juta. ‘’Tergantung permintaan itu,’’ terang perempuan 22 tahun jebolan akademi kebidanan itu.

Keberhasilan Ulfa dan Bella di persewaan backdrop tidak datang begitu saja. Keduanya mesti pandai-pandai membaca tren yang sedang hits. Kendati sebagian besar perantinya dapat dipakai ulang, sentuhan kekinian tidak boleh ketinggalan. ‘’Misalnya warna, sekarang orang-orang lebih suka yang kalem-kalem,’’ ujar Ulfa.

Baca Juga :  Pasar Parang Dibongkar, Bangun Baru Didanai APBN

Satu lagi teknik bisnis yang diterapkan Ulfa dan Bella, menyikapi tren yang terus berkembang. Keduanya memilih pernak-pernik backdrop yang harganya tidak terlalu mahal. Dengan begitu, saat tren berganti, tidak buntung kelewat banyak.

Sementara, bahan-bahan inti seperti papan-papan kayu, keduanya memilih yang awet sekalian. ‘’Sasaran kami memang bukan untuk yang high class. Pertimbangannya, meski semua orang ingin momen-momen tertentunya menjadi benar-benar spesial, kemampuannya berbeda-beda,’’ paparnya.

Ulfa dan Bella tidak mau setengah-setengah menekuni bisnis persewaan backdrop. Saat penyewa minta dibuatkan model tertentu yang belum dimiliki, keduanya rela berburu perlengkapan ke luar kota. ‘’Di Ngawi dan Madiun banyak toko-toko perlengkapan backdrop, tapi lebih sering cari di Solo,’’ ungkapnya.

Keduanya juga tidak mau asal-asal saat menggarap pesanan. Sehari sebelum hari-H suatu acara, Ulfa dan Bela sudah melakukan persiapan. Kakak-adik itu memperhitungkan betul tiap sudut backdrop buatannya. ‘’Kadang temanya dari kami sendiri, sering juga manut sesuai permintaan,’’ sebutnya.

Mendirikan sebuah backdrop komplet dengan pernak-perniknya tentu membutuhkan tenaga. Namun, yang lebih membuat Ulfa dan Bella merasa capek berlipat-lipat adalah saat mendapat penyewa yang rewel. ‘’Kebanyakan asal nawar, sedih rasanya kalau sudah begitu,’’ ujar Ulfa. ***(isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/