27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Fasilitas Tak Memadai, Damkar Ngawi Susah Terapkan 15 Menit Sampai Lokasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bukan cuma upah minimum regional rendah yang menjadi pertimbangan calon investor menancapkan modal usahanya di Ngawi. Belakangan, bidang pemadam kebakaran (damkar) satpol PP didatangi banyak perwakilan perusahaan. Mereka penasaran terhadap standar pelayanan minimal (SPM) kebakaran kabupaten ini.

‘’Adanya jaminan kecepatan penanganan kebakaran menjadi rujukan berinvestasi,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo, Rabu (28/9).

Bimo menyampaikan kondisi apa adanya. Idealnya, mobil damkar harus sudah berada di lokasi kebakaran 15 menit usai menerima laporan. Akan tetapi, standardisasi itu saat ini sulit diterapkan. Sebab, baru memiliki tiga unit mobil damkar.

Dua unit berkapasitas tangki air 3.000 liter dan satunya 6.000 liter. Sedangkan pos siaganya berjumlah dua di Ngawi kota dan Widodaren. ‘’Padahal, tanggung jawabnya meng-cover 217 desa dan kelurahan di wilayah seluas 1.298 kilometer persegi,’’ ujarnya.

Bimo mengungkapkan, sirine mobil damkar berkapasitas besar kerap ngadat. Terkadang tidak berbunyi. Persoalan tersebut menyulitkan tim saat perjalanan menuju lokasi kebakaran. ‘’Tanpa sirine tentu berbahaya pagi petugas dan pengguna jalan lain,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Nataru, Penumpang Bus Alami Kenaikan

Sementara, kandang ayam di Desa Tambakromo, Geneng, terbakar habis Senin (26/9) malam. Padahal, anak buah Bimo sudah berada di lokasi sekitar 15 menit setelah menerima laporan.

Dua mobil damkar berkapasitas 6.000 liter dan 3.000 liter dikerahkan. Proses pemadamannya butuh waktu setengah jam. ‘’Tinggal tiang cornya, beruntung kandang kosong karena semua ayam sudah dijual,’’ ujarnya.

Menurut Bimo, kebakaran kandang ayam di Tambakromo menjadi alarm peringatan untuk meningkatkan SPM-nya. Sebab, perusahaan maupun pabrik meminta sertifikasi keamanan kebakaran. ‘’Selain menjamin keamanan pekerja, mereka ingin memastikan aset dan modal aman dari musibah kebakaran,’’ tuturnya.

Bila tidak ada kendala, Ngawi mendapatkan tambahan satu unit mobil damkar di akhir tahun ini. Kendaraan operasional itu merupakan program corporate social responsibility (CSR) Bank Jatim.

Tambahan mobil damkar akan disiagakan di Kecamatan Padas dengan membangun pos siaga baru. Pos itu mem-back up wilayah Kecamatan Padas, Pangkur, Bringin, dan Karangjati. ‘’Tapi ya belum cukup karena minimal ada empat pos bantu,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bukan cuma upah minimum regional rendah yang menjadi pertimbangan calon investor menancapkan modal usahanya di Ngawi. Belakangan, bidang pemadam kebakaran (damkar) satpol PP didatangi banyak perwakilan perusahaan. Mereka penasaran terhadap standar pelayanan minimal (SPM) kebakaran kabupaten ini.

‘’Adanya jaminan kecepatan penanganan kebakaran menjadi rujukan berinvestasi,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo, Rabu (28/9).

Bimo menyampaikan kondisi apa adanya. Idealnya, mobil damkar harus sudah berada di lokasi kebakaran 15 menit usai menerima laporan. Akan tetapi, standardisasi itu saat ini sulit diterapkan. Sebab, baru memiliki tiga unit mobil damkar.

Dua unit berkapasitas tangki air 3.000 liter dan satunya 6.000 liter. Sedangkan pos siaganya berjumlah dua di Ngawi kota dan Widodaren. ‘’Padahal, tanggung jawabnya meng-cover 217 desa dan kelurahan di wilayah seluas 1.298 kilometer persegi,’’ ujarnya.

Bimo mengungkapkan, sirine mobil damkar berkapasitas besar kerap ngadat. Terkadang tidak berbunyi. Persoalan tersebut menyulitkan tim saat perjalanan menuju lokasi kebakaran. ‘’Tanpa sirine tentu berbahaya pagi petugas dan pengguna jalan lain,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Usia di Atas 65 Tahun, 105 CJH dari Ngawi Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Sementara, kandang ayam di Desa Tambakromo, Geneng, terbakar habis Senin (26/9) malam. Padahal, anak buah Bimo sudah berada di lokasi sekitar 15 menit setelah menerima laporan.

Dua mobil damkar berkapasitas 6.000 liter dan 3.000 liter dikerahkan. Proses pemadamannya butuh waktu setengah jam. ‘’Tinggal tiang cornya, beruntung kandang kosong karena semua ayam sudah dijual,’’ ujarnya.

Menurut Bimo, kebakaran kandang ayam di Tambakromo menjadi alarm peringatan untuk meningkatkan SPM-nya. Sebab, perusahaan maupun pabrik meminta sertifikasi keamanan kebakaran. ‘’Selain menjamin keamanan pekerja, mereka ingin memastikan aset dan modal aman dari musibah kebakaran,’’ tuturnya.

Bila tidak ada kendala, Ngawi mendapatkan tambahan satu unit mobil damkar di akhir tahun ini. Kendaraan operasional itu merupakan program corporate social responsibility (CSR) Bank Jatim.

Tambahan mobil damkar akan disiagakan di Kecamatan Padas dengan membangun pos siaga baru. Pos itu mem-back up wilayah Kecamatan Padas, Pangkur, Bringin, dan Karangjati. ‘’Tapi ya belum cukup karena minimal ada empat pos bantu,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/