27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Realisasi PBB-P2 Ngawi Minus Rp 8 Miliar dari Target

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) Ngawi per triwulan ketiga tahun ini tak memuaskan. Setidaknya bila dibandingkan capaian tahun lalu dalam periode yang sama. ‘’Kalau tahun lalu bisa 82 persen, kali ini masih 70 persen,’’ kata Kepala Badan Keuangan (Bakeu) Ngawi Tri Pujo Handono, Rabu (28/9).

Bakeu mencatat penarikan PBB-P2 terhitung kemarin baru Rp 18,2 miliar. Minus Rp 8 miliar dari target Rp 26,2 miliar. Pujo percaya diri realisasinya bakal surplus ketika tutup buku anggaran. Sebab, kendala rendahnya realisasi karena situasional. Para wajib pajak mayoritas bekerja sebagai petani padi. ‘’Mereka menggunakan uang dari hasil panen untuk membayar PBB-P2,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ramai Pemudik, Harga Tiket Bus Malam Dinaikkan

Petani padi saat ini menunggu panen musim tanam ketiga. Setelah mengalami gagal panen dalam dua kali tanam sebelumnya. Bakeu akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk optimalisasi penarikan PBB-P2.

Bupati Ony Anwar Harsono juga mengeluarkan Surat Edaran 973/4625/404.402/2022 terkait perpanjangan jatuh tempo pembayaran PBB-P2. ‘’Diperpanjang sebulan dari sebelumnya 30 September,’’ ucapnya.

Pujo mengungkapkan, lima dari 19 kecamatan realisasi PBB-P2 masih di bawah 50 persen. Meliputi Kecamatan Gerih, Jogorogo, Mantingan, Paron, dan Sine. ‘’Kami akan memasifkan sosialisasi pembayaran PBB-P2 di lima kecamatan tersebut,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) Ngawi per triwulan ketiga tahun ini tak memuaskan. Setidaknya bila dibandingkan capaian tahun lalu dalam periode yang sama. ‘’Kalau tahun lalu bisa 82 persen, kali ini masih 70 persen,’’ kata Kepala Badan Keuangan (Bakeu) Ngawi Tri Pujo Handono, Rabu (28/9).

Bakeu mencatat penarikan PBB-P2 terhitung kemarin baru Rp 18,2 miliar. Minus Rp 8 miliar dari target Rp 26,2 miliar. Pujo percaya diri realisasinya bakal surplus ketika tutup buku anggaran. Sebab, kendala rendahnya realisasi karena situasional. Para wajib pajak mayoritas bekerja sebagai petani padi. ‘’Mereka menggunakan uang dari hasil panen untuk membayar PBB-P2,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Les Renang, PNS Perempuan Pemkab Ngawi Meninggal di Kolam

Petani padi saat ini menunggu panen musim tanam ketiga. Setelah mengalami gagal panen dalam dua kali tanam sebelumnya. Bakeu akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk optimalisasi penarikan PBB-P2.

Bupati Ony Anwar Harsono juga mengeluarkan Surat Edaran 973/4625/404.402/2022 terkait perpanjangan jatuh tempo pembayaran PBB-P2. ‘’Diperpanjang sebulan dari sebelumnya 30 September,’’ ucapnya.

Pujo mengungkapkan, lima dari 19 kecamatan realisasi PBB-P2 masih di bawah 50 persen. Meliputi Kecamatan Gerih, Jogorogo, Mantingan, Paron, dan Sine. ‘’Kami akan memasifkan sosialisasi pembayaran PBB-P2 di lima kecamatan tersebut,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/