27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Upaya Pemkab Ngawi Tekan Inflasi, Stabilkan Harga Pangan, Aplikasi Real Time

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ngawi menyusun strategi menekan ancaman inflasi. Kendati kabupaten ini bukan termasuk daerah penghitung inflasi. Akan tetapi, kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus itu dapat dirasakan berbagai daerah.

‘’Ada empat strategi yang bisa dijalankan,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono usai high level meeting bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dan TPID Jawa Timur kemarin (27/9).

Strategi pertama adalah menangani fluktuasi harga pangan. Harga perlu distabilkan karena makanan memengaruhi tingkat kemiskinan. Pihaknya harus memastikan produksi beras aman. Kontribusi komoditas itu terhadap kemiskinan mencapai 23 persen di desa dan 19,38 persen di kota per Maret lalu.

Kerja sama antardaerah dalam mencukupi kebutuhan pangan mesti diperkuat. ‘’Cabai merah, misalnya, yang harus bekerja sama daerah produsen seperti Kabupaten Kediri atau Blitar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Usulkan Pengadaan Sembilan Mesin Baru Cetak E-KTP

Strategi kedua pemantauan harga barang di pasar secara rutin. Ketika terjadi anomali harga yang signifikan, operasi pasar murah segera dilakukan. Lalu, penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) kepada warga yang berhak menjadi strategi ketiga. ‘’Terakhir, kampanye ketahanan pangan keluarga untuk mencukupi bahan makanan sehari-hari memanfaatkan pekarangan rumah,’’ tuturnya.

Ony menambahkan, TPID didorong untuk membuat aplikasi daftar harga sejumlah komoditas pangan secara real time. Informasi yang valid menjadi panduan warga sebelum bertransaksi. Sehingga, potensi tengkulak dan spekulan memainkan harga bisa diantisipasi. ‘’Supaya tengkulak atau spekulan tidak memainkan harga semaunya,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ngawi menyusun strategi menekan ancaman inflasi. Kendati kabupaten ini bukan termasuk daerah penghitung inflasi. Akan tetapi, kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus itu dapat dirasakan berbagai daerah.

‘’Ada empat strategi yang bisa dijalankan,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono usai high level meeting bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dan TPID Jawa Timur kemarin (27/9).

Strategi pertama adalah menangani fluktuasi harga pangan. Harga perlu distabilkan karena makanan memengaruhi tingkat kemiskinan. Pihaknya harus memastikan produksi beras aman. Kontribusi komoditas itu terhadap kemiskinan mencapai 23 persen di desa dan 19,38 persen di kota per Maret lalu.

Kerja sama antardaerah dalam mencukupi kebutuhan pangan mesti diperkuat. ‘’Cabai merah, misalnya, yang harus bekerja sama daerah produsen seperti Kabupaten Kediri atau Blitar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Sebut Stok Solar di SPBU Kosong Imbas Penyaluran Terlambat

Strategi kedua pemantauan harga barang di pasar secara rutin. Ketika terjadi anomali harga yang signifikan, operasi pasar murah segera dilakukan. Lalu, penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) kepada warga yang berhak menjadi strategi ketiga. ‘’Terakhir, kampanye ketahanan pangan keluarga untuk mencukupi bahan makanan sehari-hari memanfaatkan pekarangan rumah,’’ tuturnya.

Ony menambahkan, TPID didorong untuk membuat aplikasi daftar harga sejumlah komoditas pangan secara real time. Informasi yang valid menjadi panduan warga sebelum bertransaksi. Sehingga, potensi tengkulak dan spekulan memainkan harga bisa diantisipasi. ‘’Supaya tengkulak atau spekulan tidak memainkan harga semaunya,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/