alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Dewan Sambut Baik Pemkab Ngawi Jajaki Kerja Sama Unibraw

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pelan-pelan yang penting sampai tujuan. Kalangan DPRD Ngawi menyarankan pemkab tidak perlu tergesa-gesa mendirikan kampus cabang Universitas Brawijaya (Unibraw), Kota Malang.

Alangkah bijaknya, energi dan pikiran saat ini dicurahkan pada program prioritas yang tengah berjalan. ‘’Secara prinsip, kami welcome terhadap penjajakan kerja sama dengan Unibraw. Tapi, perlu dikaji matang dengan fokus pembangunan lima tahunan,’’ kata Sekretaris Komisi II DPRD Ngawi Gunadi Ash Cidiq, Sabtu (27/11).

Gunadi sepakat keberadaan Unibraw kelak menjadi daya ungkit perkembangan pendidikan, sosial, dan ekonomi kabupaten ini. Selain memiliki program studi (prodi) terakreditasi A yang variatif, statusnya juga terbilang prestise. Keunggulan tersebut diyakini menjadi daya tarik pelajar SMA sederajat asal Ngawi dan luar daerah. ‘’Tapi, kehadiran kampus bonafide saat ini belum begitu mendesak,’’ ujarnya.

Menurut dia, perguruan tinggi yang ada masih bisa mengakomodasi pelajar yang ingin kuliah di Ngawi. Kendati statusnya dikelola swasta dan yayasan. Pun, belum terlihat dampak peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi bagi daerah ini. ‘’Meski perguruan tinggi yang ada belum ideal, tapi masih bisa melayani,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Ony Janjikan Mutasi Massal Pejabat Akhir Pekan Ini

Gunadi mengingatkan eksekutif atas sejumlah kegiatan prioritas yang tengah berlangsung. Seperti pengembangan Kawasan Pusaka Benteng Pendem dan pembangunan kawasan industri agropolitan. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan pemkab saat ini fokus terhadap satu di antaranya. ‘’Fokus pada bidang yang memungkinkan untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah, Red). Karena nilainya saat ini relatif masih kecil,’’ ucapnya.

Gunadi menuturkan, hasil revitalisasi Benteng Pendem kelak memungkinkan untuk mengerek jumlah wisatawan. Apalagi, wisata sejarah itu sudah cukup dikenal berbagai kalangan masyarakat. Begitu pula kawasan industri yang lebih realistis sebagai magnet calon investor luar daerah. ‘’Tapi, kerja sama Unibraw tidak perlu ditolak. Karena tahapannya juga masih cukup panjang. Mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, hingga pembangunan,’’ tandasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pelan-pelan yang penting sampai tujuan. Kalangan DPRD Ngawi menyarankan pemkab tidak perlu tergesa-gesa mendirikan kampus cabang Universitas Brawijaya (Unibraw), Kota Malang.

Alangkah bijaknya, energi dan pikiran saat ini dicurahkan pada program prioritas yang tengah berjalan. ‘’Secara prinsip, kami welcome terhadap penjajakan kerja sama dengan Unibraw. Tapi, perlu dikaji matang dengan fokus pembangunan lima tahunan,’’ kata Sekretaris Komisi II DPRD Ngawi Gunadi Ash Cidiq, Sabtu (27/11).

Gunadi sepakat keberadaan Unibraw kelak menjadi daya ungkit perkembangan pendidikan, sosial, dan ekonomi kabupaten ini. Selain memiliki program studi (prodi) terakreditasi A yang variatif, statusnya juga terbilang prestise. Keunggulan tersebut diyakini menjadi daya tarik pelajar SMA sederajat asal Ngawi dan luar daerah. ‘’Tapi, kehadiran kampus bonafide saat ini belum begitu mendesak,’’ ujarnya.

Menurut dia, perguruan tinggi yang ada masih bisa mengakomodasi pelajar yang ingin kuliah di Ngawi. Kendati statusnya dikelola swasta dan yayasan. Pun, belum terlihat dampak peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi bagi daerah ini. ‘’Meski perguruan tinggi yang ada belum ideal, tapi masih bisa melayani,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Beroperasi Tahun 2022, Proyek RS Mantingan Ngawi Telan Rp 25 M

Gunadi mengingatkan eksekutif atas sejumlah kegiatan prioritas yang tengah berlangsung. Seperti pengembangan Kawasan Pusaka Benteng Pendem dan pembangunan kawasan industri agropolitan. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan pemkab saat ini fokus terhadap satu di antaranya. ‘’Fokus pada bidang yang memungkinkan untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah, Red). Karena nilainya saat ini relatif masih kecil,’’ ucapnya.

Gunadi menuturkan, hasil revitalisasi Benteng Pendem kelak memungkinkan untuk mengerek jumlah wisatawan. Apalagi, wisata sejarah itu sudah cukup dikenal berbagai kalangan masyarakat. Begitu pula kawasan industri yang lebih realistis sebagai magnet calon investor luar daerah. ‘’Tapi, kerja sama Unibraw tidak perlu ditolak. Karena tahapannya juga masih cukup panjang. Mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, hingga pembangunan,’’ tandasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru