alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Pemkab Ngawi Larang Warga Gelar Pesta Tahun Baru

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sektor pariwisata menjadi atensi utama Pemkab Ngawi pada momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Sebab, kunjungan wisatawan berpeluang memunculkan gelombang penularan Covid-19 akhir Desember atau awal Januari tahun depan. ‘’Saat ini sedang disiapkan surat edaran (SE) yang mengatur pelaksanaan Nataru,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sabtu (27/11).

SE itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Nataru 2022. Dalam perumusannya, pemkab memedomani pengetatan di daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan 2. Pemerintah pusat menaikkannya menjadi level 3. ‘’Pada sektor pariwisata, kami akan berkoordinasi dengan forkopimda, pemuka agama, pengelola objek wisata, hotel, mal, dan pelaku usaha lainnya,’’ ujar bupati.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Menangi Gugatan Banding PTUN Lawan Manajemen Karaoke MoM

Ony menyebut, tingkat kewaspadaan selama momen Nataru perlu ditingkatkan. Pihaknya bakal mengidentifikasi destinasi wisata yang kerap menjadi jujukan pelesir warga. Pengelolanya harus memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat. ‘’Syaratnya pengunjung dibatasi dan keluar-masuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi,’’ ucapnya sembari menyebut sistem ganjil-genap akan diterapkan di destinasi wisata prioritas.

Masyarakat juga dilarang menggelar pesta perayaan pergantian tahun. Tidak peduli itu di tempat terbuka atau tertutup. ‘’Baik itu kegiatan seni budaya, tradisi keagamaan, maupun non keagamaan,’’ tegas bupati.

Ony mengungkapkan, kasus virus korona cenderung melandai. Berdasar data dinas kesehatan, per kemarin terdapat nol kasus konfirmasi positif dengan 10 pasien aktif. ‘’Meski cenderung rendah, tetap harus mewaspadai gelombang penularan di akhir tahun,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sektor pariwisata menjadi atensi utama Pemkab Ngawi pada momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Sebab, kunjungan wisatawan berpeluang memunculkan gelombang penularan Covid-19 akhir Desember atau awal Januari tahun depan. ‘’Saat ini sedang disiapkan surat edaran (SE) yang mengatur pelaksanaan Nataru,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sabtu (27/11).

SE itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Nataru 2022. Dalam perumusannya, pemkab memedomani pengetatan di daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan 2. Pemerintah pusat menaikkannya menjadi level 3. ‘’Pada sektor pariwisata, kami akan berkoordinasi dengan forkopimda, pemuka agama, pengelola objek wisata, hotel, mal, dan pelaku usaha lainnya,’’ ujar bupati.

Baca Juga :  Hadi Suharto, Tersangka Kasus Korupsi Mantingan Ditangkap

Ony menyebut, tingkat kewaspadaan selama momen Nataru perlu ditingkatkan. Pihaknya bakal mengidentifikasi destinasi wisata yang kerap menjadi jujukan pelesir warga. Pengelolanya harus memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat. ‘’Syaratnya pengunjung dibatasi dan keluar-masuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi,’’ ucapnya sembari menyebut sistem ganjil-genap akan diterapkan di destinasi wisata prioritas.

Masyarakat juga dilarang menggelar pesta perayaan pergantian tahun. Tidak peduli itu di tempat terbuka atau tertutup. ‘’Baik itu kegiatan seni budaya, tradisi keagamaan, maupun non keagamaan,’’ tegas bupati.

Ony mengungkapkan, kasus virus korona cenderung melandai. Berdasar data dinas kesehatan, per kemarin terdapat nol kasus konfirmasi positif dengan 10 pasien aktif. ‘’Meski cenderung rendah, tetap harus mewaspadai gelombang penularan di akhir tahun,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru