alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Pemkab Ngawi Ogah Tindak Lanjuti Rekomendasi Kemen PAN-RB, Ini Alasannya

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi tidak dapat menindaklanjuti satu rekomendasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Yakni, memindahkan lokasi pusat pelayanan mal pelayanan publik (MPP) yang hendak dibangun dari lantai dua ke lantai dasar. Pengalihan itu mengakomodasi pengunjung dari kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto menerangkan, rekomendasi pusat tidak dapat ditindaklanjuti karena bakal mengubah konsep MPP. Rencananya lantai dasar dimanfaatkan untuk showroom berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ‘’Karena selain pelayanan publik, MPP menjadi pusat perbelanjaan produk lokal,’’ katanya, Selasa (29/3).

Totok menyampaikan, akses naik-turun pengunjung dari lantai atas ke bawah nantinya dipermudah. Pihaknya bakal membangun tangga landai. Opsi menyediakan lift ditepikan karena tidak memungkinkan. Selain hanya dua lantai, biayanya juga lebih besar. ‘’Nantinya disiapkan petugas khusus yang membantu kelompok rentan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemindahan PKL Alun-Alun Ngawi Tidak dalam Waktu Dekat

Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, MPP yang dilengkapi showroom UMKM bakal menjadi pilot project nasional. Sebab, kebanyakan MPP di berbagai daerah hanya untuk pelayanan publik. ‘’MPP di Ngawi nantinya mengintegrasikan pusat pelayanan publik dengan pusat kegiatan ekonomi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi tidak dapat menindaklanjuti satu rekomendasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Yakni, memindahkan lokasi pusat pelayanan mal pelayanan publik (MPP) yang hendak dibangun dari lantai dua ke lantai dasar. Pengalihan itu mengakomodasi pengunjung dari kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto menerangkan, rekomendasi pusat tidak dapat ditindaklanjuti karena bakal mengubah konsep MPP. Rencananya lantai dasar dimanfaatkan untuk showroom berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ‘’Karena selain pelayanan publik, MPP menjadi pusat perbelanjaan produk lokal,’’ katanya, Selasa (29/3).

Totok menyampaikan, akses naik-turun pengunjung dari lantai atas ke bawah nantinya dipermudah. Pihaknya bakal membangun tangga landai. Opsi menyediakan lift ditepikan karena tidak memungkinkan. Selain hanya dua lantai, biayanya juga lebih besar. ‘’Nantinya disiapkan petugas khusus yang membantu kelompok rentan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  RSUD dr Soeroto Ngawi Rawat 14 Pasien Covid-19

Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, MPP yang dilengkapi showroom UMKM bakal menjadi pilot project nasional. Sebab, kebanyakan MPP di berbagai daerah hanya untuk pelayanan publik. ‘’MPP di Ngawi nantinya mengintegrasikan pusat pelayanan publik dengan pusat kegiatan ekonomi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/