alexametrics
31 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Bupati Ony Sebut Cita Rasa Kopi Excelsa Khas Ngawi Tiada Tara

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan pelaku industri kopi mengikuti Festival Kopi Tanah Air di Alun-Alun Merdeka, Ngawi, Jumat (27/5). Acara itu diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Ngawi sebagai upaya mengangkat varietas kopi unggulan daerah ini. Yakni, excelsa Selondo dan Ngrayudan. ‘’Semoga excelsa menjadi identitas kopi single origin khas Ngawi,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Menurut Ony, kopi excelsa sudah go international. Dalam sebuah pameran di Surabaya beberapa waktu lalu, varietas kopi daerah lereng Gunung Lawu itu dipesan oleh penikmat kopi asal Belanda. Meski peminatnya tinggi, namun hasil panen komoditas itu masih fluktuatif. ‘’Dinas ketahanan pangan dan pertanian akan didorong lebih maksimal memberdayakan petani kopi agar hasil panen dapat memenuhi permintaan pasar,’’ ujarnya.

Festival Kopi Tanah Air juga mendorong barista meningkatkan kemampuan meracik kopi. Mulai memilih biji kopi, bleeding, roasting, hingga penyajian di atas meja. Hal tersebut dinilai penting agar biji kopi dikonsumsi dengan cita rasa tiada tara. ‘’Kalau kualitas barista tidak terasah, cita rasa dari biji kopi yang bagus ini tidak akan keluar,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Gagal Curi Kotak Amal, Pelaku Babak Belur

Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengungkapkan, Festival Kopi Tanah Air digelar serentak di daerah-daerah lain. Momen itu digunakan untuk memaksimalkan promosi dan produksi kopi excelsa. Pasalnya, hasil panen varietas itu kalah jauh dari arabika dan robusta. ‘’Sementara, peminat kopi excelsa saat ini mulai menggeliat,’’ ujarnya.

Antok, sapaan akrabnya, berharap festival menjadi daya ungkit industri kopi di Ngawi. Baik bagi petani maupun coffee shop yang belakangan menjamur. ‘’Sehingga eksistensi kopi di Ngawi terjaga,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan pelaku industri kopi mengikuti Festival Kopi Tanah Air di Alun-Alun Merdeka, Ngawi, Jumat (27/5). Acara itu diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Ngawi sebagai upaya mengangkat varietas kopi unggulan daerah ini. Yakni, excelsa Selondo dan Ngrayudan. ‘’Semoga excelsa menjadi identitas kopi single origin khas Ngawi,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Menurut Ony, kopi excelsa sudah go international. Dalam sebuah pameran di Surabaya beberapa waktu lalu, varietas kopi daerah lereng Gunung Lawu itu dipesan oleh penikmat kopi asal Belanda. Meski peminatnya tinggi, namun hasil panen komoditas itu masih fluktuatif. ‘’Dinas ketahanan pangan dan pertanian akan didorong lebih maksimal memberdayakan petani kopi agar hasil panen dapat memenuhi permintaan pasar,’’ ujarnya.

Festival Kopi Tanah Air juga mendorong barista meningkatkan kemampuan meracik kopi. Mulai memilih biji kopi, bleeding, roasting, hingga penyajian di atas meja. Hal tersebut dinilai penting agar biji kopi dikonsumsi dengan cita rasa tiada tara. ‘’Kalau kualitas barista tidak terasah, cita rasa dari biji kopi yang bagus ini tidak akan keluar,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Remaja Hanyut saat Mandi di Bengawan Solo

Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengungkapkan, Festival Kopi Tanah Air digelar serentak di daerah-daerah lain. Momen itu digunakan untuk memaksimalkan promosi dan produksi kopi excelsa. Pasalnya, hasil panen varietas itu kalah jauh dari arabika dan robusta. ‘’Sementara, peminat kopi excelsa saat ini mulai menggeliat,’’ ujarnya.

Antok, sapaan akrabnya, berharap festival menjadi daya ungkit industri kopi di Ngawi. Baik bagi petani maupun coffee shop yang belakangan menjamur. ‘’Sehingga eksistensi kopi di Ngawi terjaga,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/