alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Enam Bulan Beroperasi, Atap Pasar Besar Ngawi Bocor 56 Titik

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Belum genap enam bulan beroperasi, muncul banyak persoalan di Pasar Besar Ngawi (PBN). Atap pasar rakyat itu diketahui bocor di puluhan titik. Prasarana pendukung lainnya juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pemkab meminta PP Urban, rekanan pelaksana proyek rebuilding, melakukan perbaikan. Sebab, masa pemeliharaan akan berakhir bulan depan. ‘’Kami berharap kerusakan diperbaiki sebelum dilakukan serah terima,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Minggu (29/5).

Ony menyebutkan, terdapat 56 titik atap yang bocor. Sebanyak 16 titik di antaranya belum ditambal. Pedagang mengeluhkan sejumlah wastafel tidak mengeluarkan air karena tersumbat. Drainase di area bedak basah seringkali mampet. Lalu, beberapa pohon mati dan anak tangga ke lantai dua kurang representatif. ‘’PP Urban dan Kementerian PUPR menyetujui perbaikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  115 CJH Asal Ngawi Berangkat ke Tanah Suci Besok

Ony bertemu perwakilan PP Urban dan Kementerian PUPR Rabu (25/5) lalu. Dalam pertemuan itu, bupati menyampaikan tiga permasalahan lain yang cukup krusial. Pertama, daya genset tidak mampu mem-back up seluruh ruangan pasar ketika listrik padam. Lalu, keluhan pedagang dan pembeli saat siang terasa panas karena pengaruh atap skylight.

Terakhir, terjadi tampias di sisi barat dan timur pasar tatkala hujan deras disertai angin kencang. Akan tetapi, persoalan tersebut tidak dapat diakomodasi oleh rekanan. ‘’Alasannya karena sudah sesuai DED (detail engineering design),’’ ucap bupati.

Ony menyebutkan, genset saat ini diklaim sesuai spesifikasi perencanaan. Pun, konsep atap skylight serta eksterior sisi barat dan timur pasar. ‘’Pedagang tidak perlu khawatir, karena setelah serah terima, pembenahannya akan diakomodasi pemkab,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Belum genap enam bulan beroperasi, muncul banyak persoalan di Pasar Besar Ngawi (PBN). Atap pasar rakyat itu diketahui bocor di puluhan titik. Prasarana pendukung lainnya juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pemkab meminta PP Urban, rekanan pelaksana proyek rebuilding, melakukan perbaikan. Sebab, masa pemeliharaan akan berakhir bulan depan. ‘’Kami berharap kerusakan diperbaiki sebelum dilakukan serah terima,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Minggu (29/5).

Ony menyebutkan, terdapat 56 titik atap yang bocor. Sebanyak 16 titik di antaranya belum ditambal. Pedagang mengeluhkan sejumlah wastafel tidak mengeluarkan air karena tersumbat. Drainase di area bedak basah seringkali mampet. Lalu, beberapa pohon mati dan anak tangga ke lantai dua kurang representatif. ‘’PP Urban dan Kementerian PUPR menyetujui perbaikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Hari Buron, Pelaku Pembacokan Sembunyi di Hutan Liliran

Ony bertemu perwakilan PP Urban dan Kementerian PUPR Rabu (25/5) lalu. Dalam pertemuan itu, bupati menyampaikan tiga permasalahan lain yang cukup krusial. Pertama, daya genset tidak mampu mem-back up seluruh ruangan pasar ketika listrik padam. Lalu, keluhan pedagang dan pembeli saat siang terasa panas karena pengaruh atap skylight.

Terakhir, terjadi tampias di sisi barat dan timur pasar tatkala hujan deras disertai angin kencang. Akan tetapi, persoalan tersebut tidak dapat diakomodasi oleh rekanan. ‘’Alasannya karena sudah sesuai DED (detail engineering design),’’ ucap bupati.

Ony menyebutkan, genset saat ini diklaim sesuai spesifikasi perencanaan. Pun, konsep atap skylight serta eksterior sisi barat dan timur pasar. ‘’Pedagang tidak perlu khawatir, karena setelah serah terima, pembenahannya akan diakomodasi pemkab,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/