27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Bupati Ngawi Akomodasi Investor Ihwal Peningkatan Penanganan Kebakaran

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tidak tutup mata dan telinga atas kemampuan penanganan kebakaran daerahnya. Keterbatasan armada pemadam kebakaran (damkar) dan posko siaga bakal diperkuat secara bertahap.

Menyusul calon investor mempertimbangkan standar pelayanan minimal (SPM) kebakaran sebagai rujukan membenamkan modal usaha. ‘’Memang ada kendala pada sarana infrastruktur dan suprastruktur,’’ kata Ony, Kamis (29/9).

Ony mengatakan, penambahan sarana dan prasarana (sarpras) memang krusial. Peningkatan kapabilitas penanganan kebakaran dapat meminimalkan kerugian akibat amukan si jago merah. Baik materiil maupun nonmateriil. Terutama bagi pengusaha yang sudah atau mempertimbangkan mengeluarkan modal besar. ‘’ Kami akan membahas peningkatan sarprasnya secara khusus,’’ ujarnya.

Mengacu SPM, mobil damkar idealnya harus sudah berada di lokasi kebakaran 15 menit usai menerima laporan. Akan tetapi, standardisasi itu saat ini sulit diterapkan. Sebab, baru memiliki tiga unit mobil damkar. Dua unit berkapasitas tangki air 3.000 liter dan satunya 6.000 liter.

Baca Juga :  Sungai Meluap, Jembatan Desa Mojo Ambrol

Sedangkan pos siaganya berjumlah dua di Ngawi kota dan Widodaren. Padahal, tanggung jawabnya meng-cover 217 desa dan kelurahan di wilayah seluas 1.298 kilometer persegi. ‘’Akhir tahun ini ada tambahan satu armada dari CSR (corporate social responsibility) Bank Jatim dan membangun pos bantu di Kecamatan Padas,’’ ucapnya.

Terlepas persoalan sarpras damkar yang belum memadai, bupati optimistis investasi daerahnya meningkat. Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu mencatat nilainya Rp 2,5 triliun per bulan ini. Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai upaya menarik investor. ‘’Adanya kepastian lahan, percepatan pengurusan izin, dan iklim investasi yang kondusif,’’ tutur bupati. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tidak tutup mata dan telinga atas kemampuan penanganan kebakaran daerahnya. Keterbatasan armada pemadam kebakaran (damkar) dan posko siaga bakal diperkuat secara bertahap.

Menyusul calon investor mempertimbangkan standar pelayanan minimal (SPM) kebakaran sebagai rujukan membenamkan modal usaha. ‘’Memang ada kendala pada sarana infrastruktur dan suprastruktur,’’ kata Ony, Kamis (29/9).

Ony mengatakan, penambahan sarana dan prasarana (sarpras) memang krusial. Peningkatan kapabilitas penanganan kebakaran dapat meminimalkan kerugian akibat amukan si jago merah. Baik materiil maupun nonmateriil. Terutama bagi pengusaha yang sudah atau mempertimbangkan mengeluarkan modal besar. ‘’ Kami akan membahas peningkatan sarprasnya secara khusus,’’ ujarnya.

Mengacu SPM, mobil damkar idealnya harus sudah berada di lokasi kebakaran 15 menit usai menerima laporan. Akan tetapi, standardisasi itu saat ini sulit diterapkan. Sebab, baru memiliki tiga unit mobil damkar. Dua unit berkapasitas tangki air 3.000 liter dan satunya 6.000 liter.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemkab Ngawi Bentuk Forum CSR

Sedangkan pos siaganya berjumlah dua di Ngawi kota dan Widodaren. Padahal, tanggung jawabnya meng-cover 217 desa dan kelurahan di wilayah seluas 1.298 kilometer persegi. ‘’Akhir tahun ini ada tambahan satu armada dari CSR (corporate social responsibility) Bank Jatim dan membangun pos bantu di Kecamatan Padas,’’ ucapnya.

Terlepas persoalan sarpras damkar yang belum memadai, bupati optimistis investasi daerahnya meningkat. Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu mencatat nilainya Rp 2,5 triliun per bulan ini. Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai upaya menarik investor. ‘’Adanya kepastian lahan, percepatan pengurusan izin, dan iklim investasi yang kondusif,’’ tutur bupati. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/