alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Sah, Ruas Tol Solo-Ngawi Sepanjang 90 Km Tersambung

SRAGEN – Para pelaku industri kecil tak perlu cemas usahanya bakalan sepi pasca tol Solo-Ngawi beroperasi. Sebab, Presiden Joko Widodo berjanji bakal mengakomodasi keinginan mereka jika memang usahanya terdampak. ’’Ya kita lihat saja dulu, ini kan baru mulai,’’ kata Presiden Jokowi usai meresmikan jalan tol Solo-Ngawi di rest area Km 538 Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11).

Pagi itu, jalan tol segmen Sragen-Ngawi baru saja diresmikan. Itu artinya, seluruh ruas jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer sudah tersambung. Dan, pada 2019 nanti diharapkan dari Merak hingga Banyuwangi semua sudah terhubung oleh jalan tol. Tinggal bagaimana masing-masing daerah dapat memanfaatkan jalan tol itu untuk industrialisasi  maupun pengembangan wisata. ’’Karena itu yang paling penting,’’ tegas Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku sempat berbincang dengan Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono sebelum acara peresmian jalan tol kemarin. Kabar yang diterima, sekarang investasi mulai bergerak masuk ke daerah kecil seperti Ngawi; yang berencana membangun kawasan industri besar bekerja sama dengan salah satu perusahaan milik BUMN. ’’Karena lahannya lebih murah, UMK (upah minimum kabupaten, Red) juga kompetitif, saya kira itu yang mulai dilirik industri besar,’’ ungkapnya.

Beberapa kelebihan tersebut yang menurut Jokowi perlu segera diintegrasikan dengan adanya jalan tol. Termasuk pengembangan wisata di daerah. Jika semua ruas jalan tol sudah beroperasi, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari satu kota ke kota lain akan terpangkas banyak. Artinya, peluang wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk mengunjungi daerah yang dulunya sulit diakses kini lebih mudah dan cepat. ’’Nah, yang jadi PR sekarang, daerah harus membenahi jalan masuknya (kawasan wisata, Red). Itu jadi tugas daerah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Aedes Aegypti Gigit 62 Warga Ngawi

Saat ditanya tentang keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terancam mati setelah pengoperasian jalan tol Solo-Ngawi, mantan wali kota Solo itu sempat tersenyum. Yang jelas, kata Jokowi, pemerintah justru berharap adanya jalan tol tersebut dapat membuat UMKM semakin berkembang. ‘’Ya nanti diberikan sebuah area, ada wadahnya,’’ terangnya.

Jokowi berjanji akan mengakomodasi keinginan para pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan rest area untuk memasarkan produknya. Nanti dapat dibuatkan konsep lagi untuk penataannya. Misalnya dalam bentuk food court atau pusat jajanan selera rakyat (pujasera). Namun, sebelumnya perlu dilihat bagaimana dampaknya dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. ’’Saya kira itu bagus sekali (dibuat food court, Red), bisa bareng-bareng nanti,’’ jelasnya.

Informasi dari pihak PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), setelah diresmikan kemarin jalan tol Solo-Ngawi bakal diujicobakan secara gratis selama sepekan ke depan. Uji coba yang dimulai pukul 21.00 tadi malam merupakan bentuk sosialisasi dari pihak pengelola kepada masyarakat. Seperti yang diamanatkan dalam keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Nomor: 897/KPTS/M/2018. ’’Setelah uji coba habis, baru akan kami berlakukan tarif normal,’’ kata Manajer Area Jalan Tol Solo-Ngawi Sihwiyono. (din/tif/c1/ota)

 

SRAGEN – Para pelaku industri kecil tak perlu cemas usahanya bakalan sepi pasca tol Solo-Ngawi beroperasi. Sebab, Presiden Joko Widodo berjanji bakal mengakomodasi keinginan mereka jika memang usahanya terdampak. ’’Ya kita lihat saja dulu, ini kan baru mulai,’’ kata Presiden Jokowi usai meresmikan jalan tol Solo-Ngawi di rest area Km 538 Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11).

Pagi itu, jalan tol segmen Sragen-Ngawi baru saja diresmikan. Itu artinya, seluruh ruas jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer sudah tersambung. Dan, pada 2019 nanti diharapkan dari Merak hingga Banyuwangi semua sudah terhubung oleh jalan tol. Tinggal bagaimana masing-masing daerah dapat memanfaatkan jalan tol itu untuk industrialisasi  maupun pengembangan wisata. ’’Karena itu yang paling penting,’’ tegas Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku sempat berbincang dengan Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono sebelum acara peresmian jalan tol kemarin. Kabar yang diterima, sekarang investasi mulai bergerak masuk ke daerah kecil seperti Ngawi; yang berencana membangun kawasan industri besar bekerja sama dengan salah satu perusahaan milik BUMN. ’’Karena lahannya lebih murah, UMK (upah minimum kabupaten, Red) juga kompetitif, saya kira itu yang mulai dilirik industri besar,’’ ungkapnya.

Beberapa kelebihan tersebut yang menurut Jokowi perlu segera diintegrasikan dengan adanya jalan tol. Termasuk pengembangan wisata di daerah. Jika semua ruas jalan tol sudah beroperasi, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari satu kota ke kota lain akan terpangkas banyak. Artinya, peluang wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk mengunjungi daerah yang dulunya sulit diakses kini lebih mudah dan cepat. ’’Nah, yang jadi PR sekarang, daerah harus membenahi jalan masuknya (kawasan wisata, Red). Itu jadi tugas daerah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PKS Berhentikan Siswanto

Saat ditanya tentang keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terancam mati setelah pengoperasian jalan tol Solo-Ngawi, mantan wali kota Solo itu sempat tersenyum. Yang jelas, kata Jokowi, pemerintah justru berharap adanya jalan tol tersebut dapat membuat UMKM semakin berkembang. ‘’Ya nanti diberikan sebuah area, ada wadahnya,’’ terangnya.

Jokowi berjanji akan mengakomodasi keinginan para pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan rest area untuk memasarkan produknya. Nanti dapat dibuatkan konsep lagi untuk penataannya. Misalnya dalam bentuk food court atau pusat jajanan selera rakyat (pujasera). Namun, sebelumnya perlu dilihat bagaimana dampaknya dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. ’’Saya kira itu bagus sekali (dibuat food court, Red), bisa bareng-bareng nanti,’’ jelasnya.

Informasi dari pihak PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), setelah diresmikan kemarin jalan tol Solo-Ngawi bakal diujicobakan secara gratis selama sepekan ke depan. Uji coba yang dimulai pukul 21.00 tadi malam merupakan bentuk sosialisasi dari pihak pengelola kepada masyarakat. Seperti yang diamanatkan dalam keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Nomor: 897/KPTS/M/2018. ’’Setelah uji coba habis, baru akan kami berlakukan tarif normal,’’ kata Manajer Area Jalan Tol Solo-Ngawi Sihwiyono. (din/tif/c1/ota)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/