alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Dinkes Ngawi Rekomendasikan Stop PTM di SDN 1 Karangasri

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi membentengi lingkungan sekolah dari potensi penularan virus korona. Dinas kesehatan (dinkes) merekomendasikan penyetopan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 1 Karangasri. Berselang sehari usai SMPN 5 Ngawi dikunci sementara (kuntara) Kamis (27/1) lalu. Menyusul dua siswa lembaga pendidikan itu diketahui positif Covid-19.

Kepala Dinkes Ngawi Yudono mengungkapkan, adik dari salah satu siswa SMPN 5 diketahui belajar di SDN 1 Karangasri. Tidak ingin mengambil risiko, pihaknya merekomendasi dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) untuk menghentikan PTM selama 14 hari. ‘’Gantinya pembelajaran daring,’’ katanya, Minggu (30/1).

Seluruh ruangan SMPN 5 dan SDN 1 Karangasri disterilisasi. Petugas melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tidak berhenti menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ‘’Anak-anak usia 6–11 tahun didorong segera melakukan vaksinasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tugas Pemerintah Giatkan Literasi Daerah

Yudono mengatakan, jumlah kasus positif di SMPN 5 bertambah 26 orang. Hasil pengujian spesimen 22 dari 32 siswa kelas IX H dan empat dari 10 guru menunjukkan positif virus korona. Empat anggota keluarga dua siswa ikut-ikutan tertular. ‘’Total 32 kasus positif aktif,’’ sebutnya.

Dia menyampaikan, puluhan siswa dan guru yang positif berstatus orang tanpa gejala (OTG). Mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Tim surveilans setempat melakukan pemantauan secara intens. ‘’Diberi multivitamin dan obat-obatan,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi membentengi lingkungan sekolah dari potensi penularan virus korona. Dinas kesehatan (dinkes) merekomendasikan penyetopan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 1 Karangasri. Berselang sehari usai SMPN 5 Ngawi dikunci sementara (kuntara) Kamis (27/1) lalu. Menyusul dua siswa lembaga pendidikan itu diketahui positif Covid-19.

Kepala Dinkes Ngawi Yudono mengungkapkan, adik dari salah satu siswa SMPN 5 diketahui belajar di SDN 1 Karangasri. Tidak ingin mengambil risiko, pihaknya merekomendasi dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) untuk menghentikan PTM selama 14 hari. ‘’Gantinya pembelajaran daring,’’ katanya, Minggu (30/1).

Seluruh ruangan SMPN 5 dan SDN 1 Karangasri disterilisasi. Petugas melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tidak berhenti menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ‘’Anak-anak usia 6–11 tahun didorong segera melakukan vaksinasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dana Talangan Pembebasan Lahan Tak Beres

Yudono mengatakan, jumlah kasus positif di SMPN 5 bertambah 26 orang. Hasil pengujian spesimen 22 dari 32 siswa kelas IX H dan empat dari 10 guru menunjukkan positif virus korona. Empat anggota keluarga dua siswa ikut-ikutan tertular. ‘’Total 32 kasus positif aktif,’’ sebutnya.

Dia menyampaikan, puluhan siswa dan guru yang positif berstatus orang tanpa gejala (OTG). Mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Tim surveilans setempat melakukan pemantauan secara intens. ‘’Diberi multivitamin dan obat-obatan,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/