alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

780 Ribu Kendaraan Diprediksi Keluar-Masuk Tol Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – PT Jasamarga Solo–Ngawi (JSN) mencatat 80 ribu kendaraan keluar-masuk Jatim via tol Ngawi. Terhitung sepekan sejak Jumat (22/4) lalu. Jumlah tersebut baru 10,26 persen dari potensi kendaraan melintas di momen libur panjang Lebaran. ‘’Perkiraan sekitar 780 ribu kendaraan keluar-masuk via tol Ngawi sampai 13 Mei nanti,’’ kata Direktur Utama PT JSN Arie Irianto, Sabtu (30/4).

Arie mengungkapkan, arus lalu lintas masih ramai lancar. Kapasitas jalur dari arah Madiun maupun Solo belum begitu penuh. Kendaraan pribadi dan bus hanya memenuhi sekitar 55 persen dari kapasitas. ‘’Belum lebih dari 60 persen,’’ ujarnya.

Dia memandang sistem one way ganjil-genap dan contraflow tidak akan sampai diterapkan di tol Solo–Kertosono, khususnya ruas Ngawi. Sebab, kendaraan dari Jakarta telah terpecah di Semarang. Banyak yang menuju Jogjakarta dan Solo. ‘’PR (pekerjaan rumah)-nya tinggal bagaimana agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,’’ tuturnya.

Baca Juga :  21 Jam Evakuasi Truk Semen dari Jembatan Ngantru

Para pemudik diimbau tidak ngebut dan segera beristirahat ketika mengantuk. JSN mengklaim telah mengecek prasarana tol. Mulai dari kondisi aspal hingga rambu lalu lintas. ‘’Penyebab kecelakaan di tol didominasi overspeed (kecepatan berlebih, Red),’’ ungkap Arie sembari menyebut personel jaga ditambah dari 150 menjadi 201 orang. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – PT Jasamarga Solo–Ngawi (JSN) mencatat 80 ribu kendaraan keluar-masuk Jatim via tol Ngawi. Terhitung sepekan sejak Jumat (22/4) lalu. Jumlah tersebut baru 10,26 persen dari potensi kendaraan melintas di momen libur panjang Lebaran. ‘’Perkiraan sekitar 780 ribu kendaraan keluar-masuk via tol Ngawi sampai 13 Mei nanti,’’ kata Direktur Utama PT JSN Arie Irianto, Sabtu (30/4).

Arie mengungkapkan, arus lalu lintas masih ramai lancar. Kapasitas jalur dari arah Madiun maupun Solo belum begitu penuh. Kendaraan pribadi dan bus hanya memenuhi sekitar 55 persen dari kapasitas. ‘’Belum lebih dari 60 persen,’’ ujarnya.

Dia memandang sistem one way ganjil-genap dan contraflow tidak akan sampai diterapkan di tol Solo–Kertosono, khususnya ruas Ngawi. Sebab, kendaraan dari Jakarta telah terpecah di Semarang. Banyak yang menuju Jogjakarta dan Solo. ‘’PR (pekerjaan rumah)-nya tinggal bagaimana agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Ngawi: Lahir Pemikiran Kritis dari Diskusi Literasi

Para pemudik diimbau tidak ngebut dan segera beristirahat ketika mengantuk. JSN mengklaim telah mengecek prasarana tol. Mulai dari kondisi aspal hingga rambu lalu lintas. ‘’Penyebab kecelakaan di tol didominasi overspeed (kecepatan berlebih, Red),’’ ungkap Arie sembari menyebut personel jaga ditambah dari 150 menjadi 201 orang. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/