alexametrics
28.5 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Lebaran, Waspadai Covid-19 dan Diare

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Siapa bilang Covid-19 sudah lenyap? Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono menyampaikan bahwa kasus positif virus korona sejatinya bermunculan saban hari. Varian Omicron masih menyebar kendati gejalanya relatif ringan. ‘’Protokol kesehatan tidak boleh kendur, terlebih ketika halalbihalal,’’ kata Yudono, Sabtu (30/4).

Kabupaten ini masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Kegiatan masyarakat dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas. Salah satunya kunjungan wisatawan di momen Lebaran. Para perantau yang mudik diprediksi bakal memadati objek wisata. ‘’Karena itu, kami mendirikan pos kesehatan untuk melakukan pemantauan,’’ ujarnya.

Yudono mengatakan, RSUD dr Soeroto dan 24 puskesmas buka selama 24 jam selama libur panjang Idul Fitri. Tenaga kesehatan akan bertugas secara bergiliran. Puluhan puskesmas itu juga akan membuka gerai vaksinasi Covid-19. ‘’Meski Lebaran, warga tetap bisa vaksinasi dosis kedua atau booster,’’ ucapnya.  

Baca Juga :  Bupati Ony Janjikan Mutasi Massal Pejabat Akhir Pekan Ini

Selain penularan Omicron, masyarakat patut mewaspadai gangguan pencernaan yang kerap muncul saat Lebaran. Penyakit seperti diare atau mag sering timbul karena perubahan pola makan secara drastis. ‘’Kalau diarenya sampai menimbulkan dehidrasi, maka harus mendapatkan perhatian khusus,’’ tutur Yudono. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Siapa bilang Covid-19 sudah lenyap? Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono menyampaikan bahwa kasus positif virus korona sejatinya bermunculan saban hari. Varian Omicron masih menyebar kendati gejalanya relatif ringan. ‘’Protokol kesehatan tidak boleh kendur, terlebih ketika halalbihalal,’’ kata Yudono, Sabtu (30/4).

Kabupaten ini masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Kegiatan masyarakat dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas. Salah satunya kunjungan wisatawan di momen Lebaran. Para perantau yang mudik diprediksi bakal memadati objek wisata. ‘’Karena itu, kami mendirikan pos kesehatan untuk melakukan pemantauan,’’ ujarnya.

Yudono mengatakan, RSUD dr Soeroto dan 24 puskesmas buka selama 24 jam selama libur panjang Idul Fitri. Tenaga kesehatan akan bertugas secara bergiliran. Puluhan puskesmas itu juga akan membuka gerai vaksinasi Covid-19. ‘’Meski Lebaran, warga tetap bisa vaksinasi dosis kedua atau booster,’’ ucapnya.  

Baca Juga :  Jadi Teman Setia setelah Bangun Tidur

Selain penularan Omicron, masyarakat patut mewaspadai gangguan pencernaan yang kerap muncul saat Lebaran. Penyakit seperti diare atau mag sering timbul karena perubahan pola makan secara drastis. ‘’Kalau diarenya sampai menimbulkan dehidrasi, maka harus mendapatkan perhatian khusus,’’ tutur Yudono. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/