alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Pemprov Jatim Restui Pendirian RS Lapangan ATP

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Beroperasinya rumah sakit lapangan (RSL) Agro Techno Park (ATP), Ngawi, tinggal menunggu hitungan hari satu jari tangan. Satgas Covid-19 Jawa Timur merestui bangunan tempat pembinaan dan pelatihan pertanian itu disulap menjadi fasilitas kesehatan darurat.

Kepastian itu diperoleh dalam visitasi tim kuratif satuan kerja itu Selasa (29/6). Ibarat kepingan puzzle, berbagai persyaratan telah dikumpulkan dan disusun pemkab. Sejumlah kekurangan yang ditemukan tim kuratif disebut tidak terlalu krusial. ‘’Dua sampai tiga hari lagi dapat beroperasi. Kekurangannya bisa dipenuhi sambil jalan,’’ kata Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso.

Kohar mengungkapkan, kekurangan itu menyasar pembangunan ruang dan pemasangan radiologi. Juga, pemasangan atap tambahan di depan ruang perawatan B. Selebihnya persiapan RS lapangan sudah baik. ‘’Progresnya bagus, karena persiapan nyaris selesai hanya berselang tiga hari sejak ditinjau pertama Jumat lalu (25/6),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dinsos Berdayakan Peternak Perkutut

Menurut Kohar, pemkab telah memenuhi rekomendasi penyediaan jalur infeksius dan non infeksius. Jalur untuk mobilitas kedatangan pasien terkonfirmasi dan tenaga kesehatan (nakes) itu berada di gerbang utama. Dua jalur tersebut disekat baja ringan setinggi dua meter dan panjang 20 meter. ‘’Sekat itu penting untuk meminimalkan potensi nakes terinfeksi virus korona,’’ terangnya.

Tim kuratif juga telah mendapati pemasangan tanda di tiga zona RS lapangan. Yakni, zona merah meliputi ruang perawatan A, perawatan B, transit, dan radiologi. Penerapan protokol kesehatan nakes yang masuk ruangan itu nantinya dibedakan. ‘’Kami akan teruskan SK (surat keputusan) penetapan RS lapangan dari Bupati (Ony Anwar Harsono) ke Kementerian Kesehatan agar masuk data pemerintah pusat,’’ jelas Kohar. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Beroperasinya rumah sakit lapangan (RSL) Agro Techno Park (ATP), Ngawi, tinggal menunggu hitungan hari satu jari tangan. Satgas Covid-19 Jawa Timur merestui bangunan tempat pembinaan dan pelatihan pertanian itu disulap menjadi fasilitas kesehatan darurat.

Kepastian itu diperoleh dalam visitasi tim kuratif satuan kerja itu Selasa (29/6). Ibarat kepingan puzzle, berbagai persyaratan telah dikumpulkan dan disusun pemkab. Sejumlah kekurangan yang ditemukan tim kuratif disebut tidak terlalu krusial. ‘’Dua sampai tiga hari lagi dapat beroperasi. Kekurangannya bisa dipenuhi sambil jalan,’’ kata Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso.

Kohar mengungkapkan, kekurangan itu menyasar pembangunan ruang dan pemasangan radiologi. Juga, pemasangan atap tambahan di depan ruang perawatan B. Selebihnya persiapan RS lapangan sudah baik. ‘’Progresnya bagus, karena persiapan nyaris selesai hanya berselang tiga hari sejak ditinjau pertama Jumat lalu (25/6),’’ ujarnya.

Baca Juga :  KMFR Resmi Jadi Agenda Tahunan, Tahun Depan 10K

Menurut Kohar, pemkab telah memenuhi rekomendasi penyediaan jalur infeksius dan non infeksius. Jalur untuk mobilitas kedatangan pasien terkonfirmasi dan tenaga kesehatan (nakes) itu berada di gerbang utama. Dua jalur tersebut disekat baja ringan setinggi dua meter dan panjang 20 meter. ‘’Sekat itu penting untuk meminimalkan potensi nakes terinfeksi virus korona,’’ terangnya.

Tim kuratif juga telah mendapati pemasangan tanda di tiga zona RS lapangan. Yakni, zona merah meliputi ruang perawatan A, perawatan B, transit, dan radiologi. Penerapan protokol kesehatan nakes yang masuk ruangan itu nantinya dibedakan. ‘’Kami akan teruskan SK (surat keputusan) penetapan RS lapangan dari Bupati (Ony Anwar Harsono) ke Kementerian Kesehatan agar masuk data pemerintah pusat,’’ jelas Kohar. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/