alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Bupati Ngawi: Lahir Pemikiran Kritis dari Diskusi Literasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sastra dapat menjelma sebagai peluru kritik untuk pemerintah. Dalam acara diskusi buku Sensasi Kopi Indonesia dan Rasan-Rasan Budaya Selasa (29/3) malam, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono yang hadir turut dihujani kritikan oleh para budayawan. ‘’Saya mengapresiasi karena mengalir pemikiran-pemikiran kritis dan saran untuk kemajuan daerah,’’ kata Ony.

Diskusi selama empat jam setengah mulai pukul 19.00 itu terasa gayeng. Budayawan dari Ngawi, Kota Madiun, dan Sragen secara bergantian mendiskusikan ihwal masalah kopi, pertanian, dan kebijakan pemerintah. Bupati menganggap diskusi itu sebagai khazanah keilmuan dan kebudayaan. ‘’Perlu konsistensi pelaksanaannya, karena diskusi literasi menambah wawasan dan pengetahuan,’’ ujarnya.

Ony mengungkapkan, buku Sensasi Kopi Indonesia merupakan buah pikir dari 22 guru SMP di Ngawi. Launching buku itu menandakan adanya semangat meningkatkan literasi di kabupaten ini. Berkaca dua tahun lalu, urusan baca-tulis di Ngawi berada pada posisi buncit dari 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur. Sebelum akhirnya merangkak ke urutan 16 tahun lalu. ‘’Kami akan merangkul komunitas-komunitas literasi,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Lahan Sekolah, Polisi Kantongi Dua Nama Calon Tersangka

Ketua Komunitas Nalar Budaya Tjahjono Widijanto mengatakan, kegiatan literasi perlu digiatkan. Supaya muncul keseriusan bagi para budayawan dan guru untuk menulis buku. ‘’Karena akan ada apresiasi dan masukan untuk perbaikan bagi penulisnya,’’ ujarnya.

Menurut Tjahjono, kehadiran bupati merupakan bentuk dukungan moril. Hal itu lebih berarti ketimbang bantuan anggaran. Atmosfer diskusi di sebuah kedai kopi dinilai lebih cair ketimbang lewat seminar yang formal. Sehingga pelaksanaannya mesti ditingkatkan. ‘’Semakin banyak komunitas literasi, maka akan saling melengkapi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sastra dapat menjelma sebagai peluru kritik untuk pemerintah. Dalam acara diskusi buku Sensasi Kopi Indonesia dan Rasan-Rasan Budaya Selasa (29/3) malam, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono yang hadir turut dihujani kritikan oleh para budayawan. ‘’Saya mengapresiasi karena mengalir pemikiran-pemikiran kritis dan saran untuk kemajuan daerah,’’ kata Ony.

Diskusi selama empat jam setengah mulai pukul 19.00 itu terasa gayeng. Budayawan dari Ngawi, Kota Madiun, dan Sragen secara bergantian mendiskusikan ihwal masalah kopi, pertanian, dan kebijakan pemerintah. Bupati menganggap diskusi itu sebagai khazanah keilmuan dan kebudayaan. ‘’Perlu konsistensi pelaksanaannya, karena diskusi literasi menambah wawasan dan pengetahuan,’’ ujarnya.

Ony mengungkapkan, buku Sensasi Kopi Indonesia merupakan buah pikir dari 22 guru SMP di Ngawi. Launching buku itu menandakan adanya semangat meningkatkan literasi di kabupaten ini. Berkaca dua tahun lalu, urusan baca-tulis di Ngawi berada pada posisi buncit dari 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur. Sebelum akhirnya merangkak ke urutan 16 tahun lalu. ‘’Kami akan merangkul komunitas-komunitas literasi,’’ tuturnya.

Baca Juga :  PR Entaskan 14 Ribu Warga Ngawi Prasejahtera

Ketua Komunitas Nalar Budaya Tjahjono Widijanto mengatakan, kegiatan literasi perlu digiatkan. Supaya muncul keseriusan bagi para budayawan dan guru untuk menulis buku. ‘’Karena akan ada apresiasi dan masukan untuk perbaikan bagi penulisnya,’’ ujarnya.

Menurut Tjahjono, kehadiran bupati merupakan bentuk dukungan moril. Hal itu lebih berarti ketimbang bantuan anggaran. Atmosfer diskusi di sebuah kedai kopi dinilai lebih cair ketimbang lewat seminar yang formal. Sehingga pelaksanaannya mesti ditingkatkan. ‘’Semakin banyak komunitas literasi, maka akan saling melengkapi,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/