alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

240 ASN Difungsionalkan, Bupati Pacitan: Jangan Malas-malasan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) akhirnya rampung disetarakan. Sebanyak 240 pegawai eselon empat berduyun-duyun mendapatkan jabatan baru. Semula mengampu pekerjaan struktural kini digeser ke fungsional.

Sekda Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, transformasi jabatan struktural ke fungsional beberapa waktu terakhir sedikit berbeda. Merujuk percepatan birokrasi yang digagas pemerintah pusat, alih fungsi jabatan dapat langsung diterapkan. Berbeda bilamana perpindahan diajukan mandiri di waktu mendatang. ‘’Transformasi ini yang terakhir, deadline-nya 31 Desember. Setelah ini, kalau ada yang mau (mengajukan) fungsional, harus lewat mekanisme biasanya,” terang Heru, Sabtu (1/1).

Meski mendapat jabatan anyar, dipastikan job desk tak jauh berbeda. Di masa transisi ini, tupoksi yang diampu masih seputar pekerjaan di OPD-nya masing-masing. Ke depan, penyesuaian fungsi bakal dilanjutkan untuk memaksimalkan kemampuan setiap pegawai. ”Kalau gaji juga masih sama dengan eselon empat. Sambil jalan, nanti kami sesuaikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Biaya Hidup Murah, Objek Wisata Melimpah

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap semangat reformasi birokrasi ini dijunjung tinggi 240 ASN yang mengampu jabatan baru. Dia tak ingin perbedaan fungsional dan struktural justru mengganggu kinerja pemerintahan. ‘’Kami yakin kebijakan ini baik untuk pemkab,’’ tuturnya.

Di tahun baru ini, bupati tak ingin ada pegawai yang kedapatan malas-malasan. Terlebih dua tahun belakangan serangkaian pekerjaan pemerintahan berjalan lamban imbas gempuran pandemi Covid-19. ”Nanti harus serius kerjanya, dalam artian menutup dua tahun perkerjaan terakhir yang terdampak korona,” pintanya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) akhirnya rampung disetarakan. Sebanyak 240 pegawai eselon empat berduyun-duyun mendapatkan jabatan baru. Semula mengampu pekerjaan struktural kini digeser ke fungsional.

Sekda Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, transformasi jabatan struktural ke fungsional beberapa waktu terakhir sedikit berbeda. Merujuk percepatan birokrasi yang digagas pemerintah pusat, alih fungsi jabatan dapat langsung diterapkan. Berbeda bilamana perpindahan diajukan mandiri di waktu mendatang. ‘’Transformasi ini yang terakhir, deadline-nya 31 Desember. Setelah ini, kalau ada yang mau (mengajukan) fungsional, harus lewat mekanisme biasanya,” terang Heru, Sabtu (1/1).

Meski mendapat jabatan anyar, dipastikan job desk tak jauh berbeda. Di masa transisi ini, tupoksi yang diampu masih seputar pekerjaan di OPD-nya masing-masing. Ke depan, penyesuaian fungsi bakal dilanjutkan untuk memaksimalkan kemampuan setiap pegawai. ”Kalau gaji juga masih sama dengan eselon empat. Sambil jalan, nanti kami sesuaikan,” jelasnya.

Baca Juga :  CPNS Pacitan: BKD-Dindik Sikapi Dingin Honorer

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap semangat reformasi birokrasi ini dijunjung tinggi 240 ASN yang mengampu jabatan baru. Dia tak ingin perbedaan fungsional dan struktural justru mengganggu kinerja pemerintahan. ‘’Kami yakin kebijakan ini baik untuk pemkab,’’ tuturnya.

Di tahun baru ini, bupati tak ingin ada pegawai yang kedapatan malas-malasan. Terlebih dua tahun belakangan serangkaian pekerjaan pemerintahan berjalan lamban imbas gempuran pandemi Covid-19. ”Nanti harus serius kerjanya, dalam artian menutup dua tahun perkerjaan terakhir yang terdampak korona,” pintanya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/