alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Akuisisi Monumen Jenderal Sudirman, Kemendikud Hibahkan 4,3 Hektare Lahan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hasrat Pemkab Pacitan untuk memiliki Monumen Jenderal Sudirman (Monjensu) mulai membuahkan hasil. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya menghibahkan 4,3 hektare lahan ke Pemkab Pacitan.

Terkabulnya permohonan hibah lahan itu kian membuat terang keinginan pemkab untuk mengelola penuh kawasan wisata sejarah di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan. Sebelum dihibahkan ke pemkab, lahan itu diakuisisi Kemendikbud dari ahli waris senilai Rp 4,2 miliar pada 2019 silam. ‘’Surat permohonan hibah lahan itu telah ditandatangani Kemendikbud,’’ kata Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Selasa (1/2).

Pemkab juga berencana mengajukan hibah serupa ke Kementerian PUPR selaku pemilik museum bekas rumah singgah Panglima Besar. Lobi terus dilakukan demi memuluskan keinginan mengelola penuh kawasan histori di wilayah perbatasan tersebut. ‘’Kalau belum menjadi miliknya daerah, kami tak bisa mengelola,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Konsumsi Bulanan Minyak Goreng Warga Pacitan Habiskan 2,2 Juta Liter

Gagarin berharap kawasan bersejarah itu dapat menjadi wisata andalan daerah. Sehingga dapat memberikan kontribusi pendapatan yang riil. Meski terletak di lereng gunung, kawasan bekas gerilya itu bakal ramai dikunjungi wisatawan. Pemkab telah menyiapkan raperda khusus tentang retribusi wisata. ‘’Sejauh ini baru dikelola kelompok masyarakat setempat, kami ingin keberadaannya lebih berkembang setelah penyelesaian hibah,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hasrat Pemkab Pacitan untuk memiliki Monumen Jenderal Sudirman (Monjensu) mulai membuahkan hasil. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya menghibahkan 4,3 hektare lahan ke Pemkab Pacitan.

Terkabulnya permohonan hibah lahan itu kian membuat terang keinginan pemkab untuk mengelola penuh kawasan wisata sejarah di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan. Sebelum dihibahkan ke pemkab, lahan itu diakuisisi Kemendikbud dari ahli waris senilai Rp 4,2 miliar pada 2019 silam. ‘’Surat permohonan hibah lahan itu telah ditandatangani Kemendikbud,’’ kata Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Selasa (1/2).

Pemkab juga berencana mengajukan hibah serupa ke Kementerian PUPR selaku pemilik museum bekas rumah singgah Panglima Besar. Lobi terus dilakukan demi memuluskan keinginan mengelola penuh kawasan histori di wilayah perbatasan tersebut. ‘’Kalau belum menjadi miliknya daerah, kami tak bisa mengelola,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Buka Jalur Tikus, Belasan Warga Wonogiri Diringkus

Gagarin berharap kawasan bersejarah itu dapat menjadi wisata andalan daerah. Sehingga dapat memberikan kontribusi pendapatan yang riil. Meski terletak di lereng gunung, kawasan bekas gerilya itu bakal ramai dikunjungi wisatawan. Pemkab telah menyiapkan raperda khusus tentang retribusi wisata. ‘’Sejauh ini baru dikelola kelompok masyarakat setempat, kami ingin keberadaannya lebih berkembang setelah penyelesaian hibah,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/