alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

TPA Dadapan Overload, Pemkab Pacitan Jajaki Pembangunan Pusat Daur Ulang

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan harus putar otak menyiasati membeludaknya kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dadapan. Setelah berkali-kali usulan perluasan lahan kandas, DLH menjajaki penambahan pusat daur ulang (PDU) anyar.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 DLH Pacitan Marsandi mengatakan, PDU anyar rencananya dibangun di lingkungan Craken Kulon, Sumberharjo, Pacitan. Lahan beberapa hektare milik pemda itu bakal disulap menjadi tempat pengolahan sampah. Mulai pemilahan, daur ulang, hingga penghancuran sampah sebelum dikirim ke TPA Dadapan. DLH telah menyiapkan Rp 3,2 miliar dari jatah DAK Rp 5 miliar yang didapatkan. ‘’Minimal sampahnya diolah dulu sebelum dikirim ke pembuangan akhir,’’ tutur Marsandi, Selasa (1/3).

Baca Juga :  Pacitan Waspada Antraks Klaster Gunung Kidul, Sampel Kasus Dikirim ke Jogja

Teknik itu diharapkan dapat memangkas volume kiriman sampah ke TPA Dadapan. Utamanya, sampah perkotaan. Maklum, jika dirata-rata, setiap harinya lebih dari 32 ribu kilogram sampah masuk ke TPA. Membuat sampah kian menggunung dan sulit terurai. ‘’Nanti kontainer sampah di Pucangsewu kami pindah ke sana (PDU, Red) karena diprotes dekat permukiman,’’ ungkapnya.

Marsandi juga berharap masyarakat sudi membantu memilah sampah rumah tangga. Minimal memisahkan antara organik dan anorganik sebelum dibuang. Kedisiplinan itu dapat memudahkan beban kerja harian petugas kebersihan. ‘’Tidak semua jenis sampah dijadikan satu saat pembuangannya,’’ pinta Marsandi. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan harus putar otak menyiasati membeludaknya kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dadapan. Setelah berkali-kali usulan perluasan lahan kandas, DLH menjajaki penambahan pusat daur ulang (PDU) anyar.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 DLH Pacitan Marsandi mengatakan, PDU anyar rencananya dibangun di lingkungan Craken Kulon, Sumberharjo, Pacitan. Lahan beberapa hektare milik pemda itu bakal disulap menjadi tempat pengolahan sampah. Mulai pemilahan, daur ulang, hingga penghancuran sampah sebelum dikirim ke TPA Dadapan. DLH telah menyiapkan Rp 3,2 miliar dari jatah DAK Rp 5 miliar yang didapatkan. ‘’Minimal sampahnya diolah dulu sebelum dikirim ke pembuangan akhir,’’ tutur Marsandi, Selasa (1/3).

Baca Juga :  Biang Banjir Perkotaan, Pemkab Pacitan Bongkar Pintu Air

Teknik itu diharapkan dapat memangkas volume kiriman sampah ke TPA Dadapan. Utamanya, sampah perkotaan. Maklum, jika dirata-rata, setiap harinya lebih dari 32 ribu kilogram sampah masuk ke TPA. Membuat sampah kian menggunung dan sulit terurai. ‘’Nanti kontainer sampah di Pucangsewu kami pindah ke sana (PDU, Red) karena diprotes dekat permukiman,’’ ungkapnya.

Marsandi juga berharap masyarakat sudi membantu memilah sampah rumah tangga. Minimal memisahkan antara organik dan anorganik sebelum dibuang. Kedisiplinan itu dapat memudahkan beban kerja harian petugas kebersihan. ‘’Tidak semua jenis sampah dijadikan satu saat pembuangannya,’’ pinta Marsandi. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/