alexametrics
29.6 C
Madiun
Monday, August 15, 2022

PSK Biseksual Kagetkan Dinkes Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus HIV/AIDS di Pacitan semakin kompleks. Selain jumlah penderita yang terus meningkat, dinas kesehatan (dinkes) menemukan fenomena baru. Seorang pekerja seks komersial (PSK) pria diketahui bisa melayani pelanggan pria dan wanita. ‘’Kasus baru yang masih diselidiki epidemiologinya,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Wawan Kasiyanto Senin (30/9).

Perilaku biseksual itu ditemukan bersamaan 24 kasus baru selama sembilan bulan sejak Januari lalu. Lokasinya di Kecamatan Arjosari. Penjajanya termasuk usia muda dengan paras rupawan. Dinkes tengah menelusuri para pelanggan dan motif dari perbuatan itu. Sebagai bahan memberikan pengobatan. ‘’Temuan ini mengagetkan kami,’’ ujarnya.

Wawan mengungkapkan, total penderita HIV/AIDS mencapai 307 orang. Trennya meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah ratusan itu sejak pendataan pertama kali 2010 silam. Kala itu baru ada 20 penderita. Mayoritas penderitanya kalangan perempuan dan berusia produktif di rentang 19–44 tahun. ‘’Sebanyak 166 penderita meninggal dunia,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Doa untuk Para Loyalis Pesta Lima Tahunan

Hasil pemetaan, 60 persen sumber HIV/AIDS dari luar darah. Salah satu contohnya ketika penyakit itu ditemukan sembilan tahun silam. Para penderita mayoritas pernah tinggal di hutan di luar Pulau Jawa. Karena kebutuhan biologis tidak terpenuhi, mereka menyewa seorang PSK untuk dipakai bersama-sama. Sumber penularan lainnya dari tempat hiburan malam. ‘’Ada pemandu lagu yang biasa melayani dua hingga tiga pria hidung belang dalam sehari,’’ bebernya. (den/c1/cor)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus HIV/AIDS di Pacitan semakin kompleks. Selain jumlah penderita yang terus meningkat, dinas kesehatan (dinkes) menemukan fenomena baru. Seorang pekerja seks komersial (PSK) pria diketahui bisa melayani pelanggan pria dan wanita. ‘’Kasus baru yang masih diselidiki epidemiologinya,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Wawan Kasiyanto Senin (30/9).

Perilaku biseksual itu ditemukan bersamaan 24 kasus baru selama sembilan bulan sejak Januari lalu. Lokasinya di Kecamatan Arjosari. Penjajanya termasuk usia muda dengan paras rupawan. Dinkes tengah menelusuri para pelanggan dan motif dari perbuatan itu. Sebagai bahan memberikan pengobatan. ‘’Temuan ini mengagetkan kami,’’ ujarnya.

Wawan mengungkapkan, total penderita HIV/AIDS mencapai 307 orang. Trennya meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah ratusan itu sejak pendataan pertama kali 2010 silam. Kala itu baru ada 20 penderita. Mayoritas penderitanya kalangan perempuan dan berusia produktif di rentang 19–44 tahun. ‘’Sebanyak 166 penderita meninggal dunia,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Prioritaskan Perbaiki Sekolah Rusak di Lokasi Rawan Bencana

Hasil pemetaan, 60 persen sumber HIV/AIDS dari luar darah. Salah satu contohnya ketika penyakit itu ditemukan sembilan tahun silam. Para penderita mayoritas pernah tinggal di hutan di luar Pulau Jawa. Karena kebutuhan biologis tidak terpenuhi, mereka menyewa seorang PSK untuk dipakai bersama-sama. Sumber penularan lainnya dari tempat hiburan malam. ‘’Ada pemandu lagu yang biasa melayani dua hingga tiga pria hidung belang dalam sehari,’’ bebernya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/