alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Ada 1.041 Formasi PPPK di Pacitan, Kadindik: Baru Terisi 551 Tenaga

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peluang para guru tidak tetap (GTT) mendapat kesejahteraan lebih baik masih terbuka lebar. Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan mencatat, dari 1.041 formasi yang dibuka untuk PPPK tahun ini, baru terisi 551 tenaga. Masih tersisa formasi seluas samudra. Tinggal menanti giliran seleksi gelombang dua dan tiga di tahun berikutnya.

Kadindik Pacitan Daryono mengatakan, rekrutmen PPPK menjadi kesempatan emas bagi GTT untuk memperbaiki nasibnya. Terlebih bagi yang telah melewati ambang usia pendaftaran CPNS. Agar jerih payah selama ini mendapat gaji layak dari pemerintah. Meskipun saat ini insentif daerah juga telah digelontorkan. ‘’Kami masih menunggu jadwal gelombang dua untuk PPPK-nya, itu kewenangan kementerian langsung,’’ ujarnya, Rabu (1/12).

Baca Juga :  Komitmen Pemprov Jatim Cegah Covid-19 dan Pulihkan Ekonomi

Di Pacitan, kebutuhan guru terbilang tinggi. Nyaris 8 ribu pengajar tersebar di PAUD, SD, serta SMP. Baik negeri maupun swasta. Pun, tidak sedikit tenaga pengajar yang telah pensiun. ‘’GTT kita masih ada ribuan. Semoga dengan rekrutmen PPPK ini jumlahnya semakin berkurang,’’ tuturnya.

Daryono mengamini beban mengajar di masa pandemi tidak ringan. Meski saat ini mulai bertahap pembelajaran tatap muka (PTM), namun penyampaian materi pelajaran belum sepenuhnya maksimal. ‘’Kami ingin terus tingkatkan kualitas pendidikan pengajar agar dapat memompa semangat belajar siswa,’’ ucapnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peluang para guru tidak tetap (GTT) mendapat kesejahteraan lebih baik masih terbuka lebar. Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan mencatat, dari 1.041 formasi yang dibuka untuk PPPK tahun ini, baru terisi 551 tenaga. Masih tersisa formasi seluas samudra. Tinggal menanti giliran seleksi gelombang dua dan tiga di tahun berikutnya.

Kadindik Pacitan Daryono mengatakan, rekrutmen PPPK menjadi kesempatan emas bagi GTT untuk memperbaiki nasibnya. Terlebih bagi yang telah melewati ambang usia pendaftaran CPNS. Agar jerih payah selama ini mendapat gaji layak dari pemerintah. Meskipun saat ini insentif daerah juga telah digelontorkan. ‘’Kami masih menunggu jadwal gelombang dua untuk PPPK-nya, itu kewenangan kementerian langsung,’’ ujarnya, Rabu (1/12).

Baca Juga :  Warga Tak Sabar Lewati Jembatan Gegeran

Di Pacitan, kebutuhan guru terbilang tinggi. Nyaris 8 ribu pengajar tersebar di PAUD, SD, serta SMP. Baik negeri maupun swasta. Pun, tidak sedikit tenaga pengajar yang telah pensiun. ‘’GTT kita masih ada ribuan. Semoga dengan rekrutmen PPPK ini jumlahnya semakin berkurang,’’ tuturnya.

Daryono mengamini beban mengajar di masa pandemi tidak ringan. Meski saat ini mulai bertahap pembelajaran tatap muka (PTM), namun penyampaian materi pelajaran belum sepenuhnya maksimal. ‘’Kami ingin terus tingkatkan kualitas pendidikan pengajar agar dapat memompa semangat belajar siswa,’’ ucapnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru