alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Remajakan Paseban Barat Alun-Alun, Pemkab Pacitan Siapkan Duit Rp 600 Juta

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Alun-alun Pacitan bakal berubah wajah. Dinas PUPR setempat akan meremajakan paseban barat yang telah usang. Bangunan yang biasa dijadikan tempat bersantai itu bakal dirobohkan dan dibangun ulang dengan konsep tradisional Jawa.

Kepala Seksi Tata Bangunan Dinas PUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho mengatakan, bangunan tersebut bakal dibongkar April mendatang. Saat ini, pihaknya masih menunggu BKAD setempat menyelesaikan berkas yang dibutuhkan dan melakukan lelang.

Dia menyebut, DPUPR menyiapkan anggaran sekitar Rp 600 juta untuk membangun ulang paseban alun-alun. ”Kami targetkan April sudah dilelang dan Mei pekerjaan dimulai. Diharapkan proyek selesai dalam waktu tiga bulan,” kata Tonny.

Dia menambahkan, desain paseban barat itu bakal disesuaikan dengan bangunan serupa yang ada di tengah alun-alun. Konsepnya, dilengkapi joglo dengan beberapa pernik seperti genting terakota khas Jawa dan ornamen kayu serta batu warna kehijauan khas Nawangan. ”Kami ingin munculkan unsur Jawanya seperti paseban tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Begini Pesan Pasien 04 Kota Madiun selepas Sembuh dari Covid-19

Secara konstruksi, lanjut Tonny, tak ada perubahan signifikan pada bangunan tersebut. Hanya luasnya yang bakal diperlebar beberapa meter agar bisa menampung lebih banyak warga. ‘’Harapan kami ada keserasian bangunan antara paseban barat dan tengah,” tuturnya.

Pantauan Radar Pacitan di lokasi, kondisi paseban barat alun-alun yang tak jauh dari masjid besar itu tampak usang termakan usia. Beberapa bagian catnya mengelupas. Pun, atapnya sudah kusam. (gen/c1/isd)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Alun-alun Pacitan bakal berubah wajah. Dinas PUPR setempat akan meremajakan paseban barat yang telah usang. Bangunan yang biasa dijadikan tempat bersantai itu bakal dirobohkan dan dibangun ulang dengan konsep tradisional Jawa.

Kepala Seksi Tata Bangunan Dinas PUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho mengatakan, bangunan tersebut bakal dibongkar April mendatang. Saat ini, pihaknya masih menunggu BKAD setempat menyelesaikan berkas yang dibutuhkan dan melakukan lelang.

Dia menyebut, DPUPR menyiapkan anggaran sekitar Rp 600 juta untuk membangun ulang paseban alun-alun. ”Kami targetkan April sudah dilelang dan Mei pekerjaan dimulai. Diharapkan proyek selesai dalam waktu tiga bulan,” kata Tonny.

Dia menambahkan, desain paseban barat itu bakal disesuaikan dengan bangunan serupa yang ada di tengah alun-alun. Konsepnya, dilengkapi joglo dengan beberapa pernik seperti genting terakota khas Jawa dan ornamen kayu serta batu warna kehijauan khas Nawangan. ”Kami ingin munculkan unsur Jawanya seperti paseban tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Disparpora Pacitan Bingung Tutup Kekurangan PAD Wisata Rp 3,5 Miliar

Secara konstruksi, lanjut Tonny, tak ada perubahan signifikan pada bangunan tersebut. Hanya luasnya yang bakal diperlebar beberapa meter agar bisa menampung lebih banyak warga. ‘’Harapan kami ada keserasian bangunan antara paseban barat dan tengah,” tuturnya.

Pantauan Radar Pacitan di lokasi, kondisi paseban barat alun-alun yang tak jauh dari masjid besar itu tampak usang termakan usia. Beberapa bagian catnya mengelupas. Pun, atapnya sudah kusam. (gen/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/