alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Cegah Penularan HIV/AIDS, Dinkes Pacitan Skrining Pekerja Migran

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – HIV/AIDS di Pacitan layaknya fenomena gunung es. Disangka nihil, ternyata ada saja warga yang terinfeksi virus yang menggerogoti imunitas tubuh tersebut.

Empat tahun terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat ada 96 warga tertular. Pada 2018, dinkes mendapati 23 penderita. Bertambah menjadi 29 penderita pada 2019. Pada 2020 jumlahnya turun menjadi 18 kasus. Pada 2021 ini jumlahnya tinggal 16 penderita. ‘’Kita tidak boleh lengah terhadap penyakit menular ini,’’ kata Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka, Kamis (2/12).

Hendra mengingatkan, statistik kasus yang naik-turun setiap tahunnya itu dapat ditekan. Jika kelompok rentan sanggup menghindari gaya hidup tak sehat. Hendra meminta warga waspada akan penularan penyakit ini. Utamanya mereka yang bekerja di perantauan. ‘’Kami lakukan pendekatan terhadap pekerja migran. Bukan hanya (yang datang) dari luar negeri, tapi juga luar daerah dan pulau,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Progres Vaksinasi Anak di Pacitan Berjalan Lamban

Maklum, penularan penyakit menular ini salah satunya berawal dari hubungan seksual tak sehat. Selain temuan lainnya seperti pemakaian narkotika hingga potensi penularan lewat darah. ‘’Kami rutin lakukan pemeriksaan kesehatan secara acak,’’ tuturnya.

Dinkes konsisten melakukan pencegahan HIV/AIDS di Pacitan. Di masa pandemi ini, skrininginya dibarengkan dengan pelacakan infeksi korona. Setiap mendapati pasien yang terindikasi saat pemeriksaan di puskesmas, maka dirujuk ke RSUD setempat. ‘’Kami juga menggandeng sejumlah perusahaan untuk pemeriksaan rutin karyawannya,’’ pungkas Hendra. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – HIV/AIDS di Pacitan layaknya fenomena gunung es. Disangka nihil, ternyata ada saja warga yang terinfeksi virus yang menggerogoti imunitas tubuh tersebut.

Empat tahun terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat ada 96 warga tertular. Pada 2018, dinkes mendapati 23 penderita. Bertambah menjadi 29 penderita pada 2019. Pada 2020 jumlahnya turun menjadi 18 kasus. Pada 2021 ini jumlahnya tinggal 16 penderita. ‘’Kita tidak boleh lengah terhadap penyakit menular ini,’’ kata Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka, Kamis (2/12).

Hendra mengingatkan, statistik kasus yang naik-turun setiap tahunnya itu dapat ditekan. Jika kelompok rentan sanggup menghindari gaya hidup tak sehat. Hendra meminta warga waspada akan penularan penyakit ini. Utamanya mereka yang bekerja di perantauan. ‘’Kami lakukan pendekatan terhadap pekerja migran. Bukan hanya (yang datang) dari luar negeri, tapi juga luar daerah dan pulau,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Enceng Gondok Bikin Pancer Door Terkesan Tak Terawat

Maklum, penularan penyakit menular ini salah satunya berawal dari hubungan seksual tak sehat. Selain temuan lainnya seperti pemakaian narkotika hingga potensi penularan lewat darah. ‘’Kami rutin lakukan pemeriksaan kesehatan secara acak,’’ tuturnya.

Dinkes konsisten melakukan pencegahan HIV/AIDS di Pacitan. Di masa pandemi ini, skrininginya dibarengkan dengan pelacakan infeksi korona. Setiap mendapati pasien yang terindikasi saat pemeriksaan di puskesmas, maka dirujuk ke RSUD setempat. ‘’Kami juga menggandeng sejumlah perusahaan untuk pemeriksaan rutin karyawannya,’’ pungkas Hendra. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/