alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Perluasan Kantong Parkir Solusi Problem Kemacetan di Pantai Klayar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan tidak ingin wajahnya kembali tercoreng. Setelah banjir keluhan wisatawan karena kemacetan di Pantai Klayar pada puncak libur tahun baru, Rabu lalu (1/1). Kantong parkir kendaraan di objek wisata Desa Sendang, Donorojo, itu bakal ditingkatkan tahun ini. ‘’Perluasan tempat parkir,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Andi Faliandra Kamis (2/1).

Andi mengungkapkan, lokasi perluasan bersebelahan dengan area parkir saat ini. Lahan seluas 1,4 hektare milik pemerintah desa (pemdes) setempat bakal diratakan dan dipaving. Peningkatan tersebut diprediksi bisa menambah daya tampung hingga 1.200 kendaraan wisatawan. Kapasitas saat ini sekitar 700–800 kendaraan. ‘’Sebenarnya sudah banyak sekali, tapi nyatanya kemarin (Rabu) tetap kurang,’’ ujarnya.

Selain perluasan, pemkab juga akan menambah satu titik kantong parkir di sekitar pintu loket. Penempatan di sana dengan berkeyakinan tidak akan ada kendaraan yang mengular karena antre masuk. ‘’Proses saat ini berada di dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang, Red),’’ tutur Andi yang merahasiakan alokasi anggaran perluasan dan penambahan kantong parkir tersebut.

Baca Juga :  Pasien Pertama Covid-19 Pacitan, Huda: Kalau Punya Komorbid Mungkin Saya Nggak Akan Kuat

Dia menambahkan, pos wisata bakal dibangun di pertigaan Desa Kalak. Ruas tersebut akses menuju Pantai Klayar, Banyu Tibo, dan Buyutan. Palang penutup juga akan dipasang di lokasi itu. ‘’Semoga saat momen libur Lebaran nanti semuanya sudah selesai,’’ harapnya.

Disparpora meyakini tiga kegiatan prioritas itu bakal mengurai problem kemacetan di wilayah Pantai Klayar. Sebab, salah satu akar persoalan tidak bergeraknya kendaraan di pintu loket karena sempitnya lahan parkir. ‘’Tahun baru memang puncak kunjungan. Klayar sedang ramai-ramainya,’’ kata Andi.

Dia menyebut, sekitar 20 ribu wisatawan mengunjungi Pantai Klayar, Banyu Tibo, Buyutan, Gua Gong, dan Sungai Maron. Alhasil, akses jalan tidak sanggup manampung. Terutama Pantai Klayar yang hanya ada satu jalur. ‘’Tidak bisa belok ke mana-mana, kecuali sebelum masuk area wisata,’’ pungkasnya. (gen/c1/cor)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan tidak ingin wajahnya kembali tercoreng. Setelah banjir keluhan wisatawan karena kemacetan di Pantai Klayar pada puncak libur tahun baru, Rabu lalu (1/1). Kantong parkir kendaraan di objek wisata Desa Sendang, Donorojo, itu bakal ditingkatkan tahun ini. ‘’Perluasan tempat parkir,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Andi Faliandra Kamis (2/1).

Andi mengungkapkan, lokasi perluasan bersebelahan dengan area parkir saat ini. Lahan seluas 1,4 hektare milik pemerintah desa (pemdes) setempat bakal diratakan dan dipaving. Peningkatan tersebut diprediksi bisa menambah daya tampung hingga 1.200 kendaraan wisatawan. Kapasitas saat ini sekitar 700–800 kendaraan. ‘’Sebenarnya sudah banyak sekali, tapi nyatanya kemarin (Rabu) tetap kurang,’’ ujarnya.

Selain perluasan, pemkab juga akan menambah satu titik kantong parkir di sekitar pintu loket. Penempatan di sana dengan berkeyakinan tidak akan ada kendaraan yang mengular karena antre masuk. ‘’Proses saat ini berada di dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang, Red),’’ tutur Andi yang merahasiakan alokasi anggaran perluasan dan penambahan kantong parkir tersebut.

Baca Juga :  Mendes-PDTT Prioritaskan Pacitan Dibangun Pemancar

Dia menambahkan, pos wisata bakal dibangun di pertigaan Desa Kalak. Ruas tersebut akses menuju Pantai Klayar, Banyu Tibo, dan Buyutan. Palang penutup juga akan dipasang di lokasi itu. ‘’Semoga saat momen libur Lebaran nanti semuanya sudah selesai,’’ harapnya.

Disparpora meyakini tiga kegiatan prioritas itu bakal mengurai problem kemacetan di wilayah Pantai Klayar. Sebab, salah satu akar persoalan tidak bergeraknya kendaraan di pintu loket karena sempitnya lahan parkir. ‘’Tahun baru memang puncak kunjungan. Klayar sedang ramai-ramainya,’’ kata Andi.

Dia menyebut, sekitar 20 ribu wisatawan mengunjungi Pantai Klayar, Banyu Tibo, Buyutan, Gua Gong, dan Sungai Maron. Alhasil, akses jalan tidak sanggup manampung. Terutama Pantai Klayar yang hanya ada satu jalur. ‘’Tidak bisa belok ke mana-mana, kecuali sebelum masuk area wisata,’’ pungkasnya. (gen/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/