alexametrics
25.5 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pacitan Waspada Antraks Klaster Gunung Kidul, Sampel Kasus Dikirim ke Jogja

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ledakan kasus antraks di Gunung Kidul membuat Pacitan waspada. Selain berbatasan dengan salah satu kabupaten di Jogjakarta itu, bakteri yang kerap menyerang sapi ini pernah mewabah di Kota 1.001 Gua, 2016 silam.

Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Tjahjo Adhi Sukmono mengatakan, potensi penularan antraks antardaerah terbuka lebar. Meskipun saban hewan ternak yang keluar-masuk kabupaten ini wajib mengantongi surat kesehatan. Namun, spore-forming bacteria¬ –bakteri antraks— dapat menempel di tempat tak terduga. ‘’Wilayah kita (Donorojo, Red) berbatasan dengan Pracimantoro, Wonogiri, di sana terdapat pasar hewan besar yang menampung banyak hewan ternak dari berbagai daerah,’’ ujarnya, Kamis (3/2).

Tak menutup kemungkinan pasar hewan di Pracimantoro itu menampung hewan ternak dari Jatim, Jateng, dan Jogjakarta. Termasuk kiriman sapi dari Gunungkidul yang kini santer dikabarkan terserang antraks. ‘’Kita harus waspada,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dua Pengujar Kebencian Rontek Disidang Pekan Depan

Awal tahun lalu, Tjahjo sempat kirim belasan sampel ke Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Jogjakarta. Terdiri lima sampel dari Ngadirejan, Pringkuku, serta enam sampel dari Donorojo. Pengambilan sampel di Ngadirejan dilakukan setelah seorang warganya ditengarai terpapar antraks bulan lalu. Sampel di Donorojo diambil usai ditemukan seekor sapi mendadak mati. ‘’Semua sampel yang kami kirimkan hasilnya negatif,’’ ungkapnya.

Pemkab berencana mendirikan pos kesehatan hewan (keswan) di Punung. Keberadaannya diharapkan dapat membendung potensi penularan penyakit hewan ternak itu dari sisi barat. Penyemprotan kandang sapi hingga vaksinasi antraks juga digencarkan. ‘’Sejak 2016 kami terus awasi penyakit ini, setiap ada kejadian mencurigakan kami ambil sampelnya,’’ tutur Tjahjo. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ledakan kasus antraks di Gunung Kidul membuat Pacitan waspada. Selain berbatasan dengan salah satu kabupaten di Jogjakarta itu, bakteri yang kerap menyerang sapi ini pernah mewabah di Kota 1.001 Gua, 2016 silam.

Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Tjahjo Adhi Sukmono mengatakan, potensi penularan antraks antardaerah terbuka lebar. Meskipun saban hewan ternak yang keluar-masuk kabupaten ini wajib mengantongi surat kesehatan. Namun, spore-forming bacteria¬ –bakteri antraks— dapat menempel di tempat tak terduga. ‘’Wilayah kita (Donorojo, Red) berbatasan dengan Pracimantoro, Wonogiri, di sana terdapat pasar hewan besar yang menampung banyak hewan ternak dari berbagai daerah,’’ ujarnya, Kamis (3/2).

Tak menutup kemungkinan pasar hewan di Pracimantoro itu menampung hewan ternak dari Jatim, Jateng, dan Jogjakarta. Termasuk kiriman sapi dari Gunungkidul yang kini santer dikabarkan terserang antraks. ‘’Kita harus waspada,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Jembatan Darurat di Pacitan Terputus, Akses Warga Tiga RT Tersendat

Awal tahun lalu, Tjahjo sempat kirim belasan sampel ke Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Jogjakarta. Terdiri lima sampel dari Ngadirejan, Pringkuku, serta enam sampel dari Donorojo. Pengambilan sampel di Ngadirejan dilakukan setelah seorang warganya ditengarai terpapar antraks bulan lalu. Sampel di Donorojo diambil usai ditemukan seekor sapi mendadak mati. ‘’Semua sampel yang kami kirimkan hasilnya negatif,’’ ungkapnya.

Pemkab berencana mendirikan pos kesehatan hewan (keswan) di Punung. Keberadaannya diharapkan dapat membendung potensi penularan penyakit hewan ternak itu dari sisi barat. Penyemprotan kandang sapi hingga vaksinasi antraks juga digencarkan. ‘’Sejak 2016 kami terus awasi penyakit ini, setiap ada kejadian mencurigakan kami ambil sampelnya,’’ tutur Tjahjo. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/