alexametrics
24.1 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Ribuan Dosis Vaksin Milik Dinkes Pacitan Kedaluwarsa

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib vaksin antikorona expired belum jelas. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan masih tetap menyimpannya. ‘’Ada ribuan dosis vaksin di gudang farmasi saat ini,’’ kata Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka, Jumat (3/6).

Ribuan vaksin yang tersimpan tak seluruhnya dapat digunakan. Sebagian dipastikan melebihi batas pakai yang ditentukan alias kedaluwarsa. ‘’Vaksin seperti itu (kedaluwarsa, Red) memang ada. Kami masih data berapa jumlahnya,’’ ungkap Hendra.

Dia menyampaikan bahwa seluruh vaksin disimpan baik. Vaksin dimasukkan ke mesin pendingin dengan suhu di bawah 2 derajat. Termasuk yang kedaluwarsa. Hendra tidak menampik bahwa kondisi tersebut memakan tempat. Namun, tetap dilakukan sebelum ada petunjuk pemusnahan vaksin kedaluwarsa. ‘’Masih menunggu petunjuk dari provinsi, apakah nanti dikirim ke sana atau dimusnahkan di kabupaten,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Wacanakan Bangun Rumah Sakit Baru

Berbagai cara dilakukan dinkes untuk mencegah vaksin kedaluwarsa. Salah satunya dropping ke tiap puskesmas. Pun menggandeng sejumlah instansi hingga desa. Kelompok masyarakat tak ketinggalan dilayani.  Ribuan dosis juga dikirim ke luar daerah yang kekurangan stok. ‘’Kami pernah kirim vaksin ke Madura. Itu sudah sesuai petunjuk provinsi,’’ pungkas Hendra sembari menyebut vaksinasi di puskesmas mulai dosis pertama sampai booster tetap berjalan. (gen/c1/den)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib vaksin antikorona expired belum jelas. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan masih tetap menyimpannya. ‘’Ada ribuan dosis vaksin di gudang farmasi saat ini,’’ kata Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka, Jumat (3/6).

Ribuan vaksin yang tersimpan tak seluruhnya dapat digunakan. Sebagian dipastikan melebihi batas pakai yang ditentukan alias kedaluwarsa. ‘’Vaksin seperti itu (kedaluwarsa, Red) memang ada. Kami masih data berapa jumlahnya,’’ ungkap Hendra.

Dia menyampaikan bahwa seluruh vaksin disimpan baik. Vaksin dimasukkan ke mesin pendingin dengan suhu di bawah 2 derajat. Termasuk yang kedaluwarsa. Hendra tidak menampik bahwa kondisi tersebut memakan tempat. Namun, tetap dilakukan sebelum ada petunjuk pemusnahan vaksin kedaluwarsa. ‘’Masih menunggu petunjuk dari provinsi, apakah nanti dikirim ke sana atau dimusnahkan di kabupaten,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Lakukan Appraisal PBB-P2 PLTU Sudimoro

Berbagai cara dilakukan dinkes untuk mencegah vaksin kedaluwarsa. Salah satunya dropping ke tiap puskesmas. Pun menggandeng sejumlah instansi hingga desa. Kelompok masyarakat tak ketinggalan dilayani.  Ribuan dosis juga dikirim ke luar daerah yang kekurangan stok. ‘’Kami pernah kirim vaksin ke Madura. Itu sudah sesuai petunjuk provinsi,’’ pungkas Hendra sembari menyebut vaksinasi di puskesmas mulai dosis pertama sampai booster tetap berjalan. (gen/c1/den)

Most Read

Artikel Terbaru

/