alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Aktivitas Warga Karanggede-Karangrejo Masih Terganggu Banjir Batu

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gunung Parangan ibarat perempuan yang sedang berbadan dua. Sampai kini, gunung di Wonogiri, Jawa Tengah, itu tak pernah berhenti memuntahkan material lahar batu bercampur lumpur hingga terbawa arus ke Karangrejo, Arjosari, Pacitan.

Mariyatul Asifa, seorang pengguna jalan, mengaku gusar dengan imbas banjir batu di kawasan yang sering dilewatinya. Maklum, pedagang sayur keliling itu mengandalkan jalan kabupaten tersebut untuk sampai ke Kecamatan Arjosari, tempat biasa dirinya mengambil barang dagangan. Namun, sepanjang banjir batu menerjang sampai kini, dia kesulitan mengakses jalan tersebut. ‘’Kalau banjir batu terus seperti ini, bagaimana mau lewat. Jalan saja susah,’’ ungkapnya, Jumat (3/12).

Baca Juga :  Dua Desa di Pacitan Tak Punya Kades Definitif

Dia berharap ada penanganan nyata dari pemerintah setempat. Entah menambah tanggul atau membuat jembatan tinggi. Warga Karanggede itu bosan terus-terusan kesulitan melintasi jalan yang terimbas luberan material bebatuan. Terlebih, fenomena itu menahun tak kunjung tersolusikan. ‘’Sejak dulu kondisinya sama saja. Setiap penghujan pasti diterjang banjir batu,’’ keluhnya.

Banjir batu Selasa lalu (30/11) membuat material kian menebal di jalur Karangrejo-Karanggede. Hujan deras yang mengguyur malam harinya membuat beberapa titik diluberi material setinggi tiga meter. Warga sekitar terus bahu-membahu membantu melakukan pembersihan. Termasuk menyeberangkan siswa yang hendak berangkat ke sekolah melintasi gundukan material. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gunung Parangan ibarat perempuan yang sedang berbadan dua. Sampai kini, gunung di Wonogiri, Jawa Tengah, itu tak pernah berhenti memuntahkan material lahar batu bercampur lumpur hingga terbawa arus ke Karangrejo, Arjosari, Pacitan.

Mariyatul Asifa, seorang pengguna jalan, mengaku gusar dengan imbas banjir batu di kawasan yang sering dilewatinya. Maklum, pedagang sayur keliling itu mengandalkan jalan kabupaten tersebut untuk sampai ke Kecamatan Arjosari, tempat biasa dirinya mengambil barang dagangan. Namun, sepanjang banjir batu menerjang sampai kini, dia kesulitan mengakses jalan tersebut. ‘’Kalau banjir batu terus seperti ini, bagaimana mau lewat. Jalan saja susah,’’ ungkapnya, Jumat (3/12).

Baca Juga :  50 Sopir Bus di Pacitan Dites Urine

Dia berharap ada penanganan nyata dari pemerintah setempat. Entah menambah tanggul atau membuat jembatan tinggi. Warga Karanggede itu bosan terus-terusan kesulitan melintasi jalan yang terimbas luberan material bebatuan. Terlebih, fenomena itu menahun tak kunjung tersolusikan. ‘’Sejak dulu kondisinya sama saja. Setiap penghujan pasti diterjang banjir batu,’’ keluhnya.

Banjir batu Selasa lalu (30/11) membuat material kian menebal di jalur Karangrejo-Karanggede. Hujan deras yang mengguyur malam harinya membuat beberapa titik diluberi material setinggi tiga meter. Warga sekitar terus bahu-membahu membantu melakukan pembersihan. Termasuk menyeberangkan siswa yang hendak berangkat ke sekolah melintasi gundukan material. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/